Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seleksi Mandiri PTN Jangan Disalahgunakan

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 02:20 WIB | Oleh:
Seleksi Mandiri PTN Jangan Disalahgunakan Doc: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah
Ket. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam merilis Program Dana Padanan 2024 di JW Marriot Hotel, Jakarta, Selasa (17/10).

JAKARTA - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam, menekankan agar seleksi mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) jangan disalahgunakan. Hal ini merespons kasus-kasus korupsi yang terjadi dalam proses seleksi mandiri.

"Kita pastikan ketika rektor melakukan seleksi mandiri itu harus jelas. Sehingga tidak terjadi penyalahgunaan jalur mandiri untuk kepentingan pribadi," ujar Nizam kepada awak media di Jakarta, Rabu (18/10).

Dia meminta, PTN memiliki aturan tegas dan jelas saat menyelenggarakan seleksi mandiri. Hal itu diperlukan agar penerimaan mahasiswa baru di PTN tak merugikan banyak pihak.

Nizam menyebut, menyebut kriteria yang jelas dapat menjaga integritas PTN. Hal itu agar tidak ada lagi yang memanfaatkan jalur mandiri untuk kepentingan tertentu di PTN. "Kita pastikan ketika rektor melakukan seleksi mandiri itu harus jelas. Sehingga tidak terjadi penyalahgunaan jalur mandiri untuk kepentingan pribadi," jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Bali, resmi melakukan penahanan terhadap Rektor Universitas Udayana (Unud), I Nyoman Gde Antara yang telah jadi tersangka kasus dugaan korupsi Dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru seleksi Jalur Mandiri tahun 2018 sampai 2022.

Nizam mengatakan, ketika PTN menerima dana dari masyarakat, penggunaannya harus sesuai aturan yang ada. Menurutnya, kadang tindak korupsi yang terjadi bisa saja tidak disengaja sebab tidak mengikuti langkah administratif yang ditetapkan.

"Jangan sampai ada yang dilewati, kadang sampai alpa dalam administratif. Mungkin tidak sengaja mau korupsi ini karena tidak mau mengikuti aturan administratif dan bisa jadi itu menjadi penyalahgunaan uang negara," katanya.

Dia menyebut, perguruan tinggi harus lebih tertib administratif. Dengan demimian, setiap kegiatan belanja instansi bisa tepat sasaran.

"Sehingga tepat dalam penggunaan, tepat administratif dan tepat pengelolaan," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.