• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tiktok Perangi Misinformas...

Tiktok Perangi Misinformasi dan Hoax Terkait Pemilu

Senin, 16 Okt 2023, 20:11 WIB

JAKARTA - Di era digital misinformasi adalah informasi tidak benar atau tidak akurat yang disebarkan tanpa bermaksud mengelabui penerima sering terjadi. Selain itu juga sering terjadihoaxinformasi atau palsu atau bohong yaitu informasi yang dibuat-buat untuk menutupi informasi yang sebenarnya

Untuk melawan penyebaran misinformasi dan hoax menjelang Pemilu 2024, TikTok, platform hiburan digital terkemuka, berkolaborasi dengan sejumlah mitra pemeriksa fakta independen dan kredibel di Indonesia. Kerjasama ini dilakukan sebagai bagian dari inisiatif proaktif untuk menjaga integritas pemilu.

Ket. Foto: hoaks — Sumber: istimewa

Dalam melawan misinformasi dan hoax Tiktok menggandenga sejumlah organisasi seperti Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), dan Agence-France Presse (AFP) Indonesia. Inisiatif ini sekaligus mempertegas komitmen TikTok dalam menyediakan ruang digital yang aman dan positif bagi semua pengguna.

"Kami percaya bahwa menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk TikTok. Menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, kami terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra pemeriksa fakta sebagai bentuk upaya berkelanjutan kami dalam melawan misinformasi," kata Outreach and Partnerships, Trust and Safety, TikTok Indonesia, Anbar Jayadi di Jakarta Senin (16/10).

Kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen Tiktok untuk tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para pengguna untuk terhubung dan berkreasi. Kerja sama tercipta tersebut ini juga dapat mendorong semua orang untuk saling menjaga satu sama lain dari potensi misinformasi yang ada di ranah digital.

Memastikan integritas platform tetap terjaga menyambut Pemilu 2024, TikTok menggandeng Mafindo dan Perludem. Keduanya akan memberi informasi tentang adanya konten-konten yang mengandung misinformasi dan berpotensi membahayakan pengguna melalui kanal pelaporan khusus yang disediakan TikTok.

Mafindo dan Perludem juga akan jadi bagian dari TikTok Election Hub yang akan datang, di mana akun TikTok Mafindo dan Perludem akan dicantumkan sebagai tambahan sumber informasi kredibel bagi pengguna TikTok yang ingin mengetahui hal-hal terkait integritas sipil dan pemilihan umum.

Ketua Komite Media Sosial Mafindo Silma Agbas, isu misinformasi adalah isu industri, bukan isu salah satu platform semata. Melihat tendensinya, jumlah kontenhoaxakan meningkat menjelang Pemilu 2024.

"Oleh karenanya setiap pemangku kepentingan terkait perlu duduk bersama memikirkan solusi terbaik untuk menciptakan pengalaman berinternet yang positif dan menanggulangi penyebaran misinformasi bermuatan politik," kata

Sementara itu Peneliti Perludem Amalia Salabi, menuturkan belajar dari setidaknya dua pemilu terakhir yang diselenggarakan di Indonesia sinergi yang baik dengan semua pemangku kepentingan adalah kunci untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran misinformasi. Ia percaya kolaborasi dengan Tiktok dapat membantu menyebarkan ekosistem informasi terkait pemilu.

"Kami percaya kolaborasi dengan TikTok dapat membantu menyehatkan ekosistem informasi serta melindungi pemilih dari narasi yang membahayakan selama tahapan Pemilu 2024," ujar dia.

TikTok Indonesia juga secara aktif berdiskusi dengan Anita Wahid, perwakilan Indonesia di Dewan Keamanan TikTok wilayah Asia Tenggara. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kebijakan, fitur produk, maupun langkah keamanan TikTok guna mengantisipasi tantangan saat ini dan yang akan datang.

Lebih lanjut, dengan adanya perwakilan Indonesia, nasihat dari Dewan Keamanan TikTok diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai konteks dan budaya lokal sehingga dapat memperkuat upaya perlindungan keamanan terutama menjelang Pemilu Indonesia tahun 2024. Dewan Keamanan TikTok terdiri dari para ahli, akademisi, dan organisasi non-profit independen yang mewakili beragam latar belakang, perspektif, dan keahlian di bidangnya.

Anita Wahid, Perwakilan Indonesia di Dewan Keamanan TikTok, Asia Tenggara mengatakan meningkatnya penggunaan platform digital di tengah masyarakat perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital, khususnya menjelang Pemilu 2024. Momen ini juga mempertegas pentingnya kolaborasi antar platform, pemerintah, organisasi pemeriksa fakta, lembaga riset, media dan warganet.

"Kita secara bersama dalam memerangi misinformasi, serta kesadaran bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawabnya masing-masing dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif," kata dia.

TikTok juga bekerja sama dengan AFP, termasuk AFP Indonesia, sebagai mitra pemeriksa fakta. Kemitraan ini memungkinkan TikTok untuk mengidentifikasi potensi misinformasi. Penilaian dari pemeriksa fakta memberikan masukan berharga sehingga TikTok dapat mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan Panduan Komunitas.

Selain melaporkan dan menilai potensi misinformasi, TikTok bersama mitra pemeriksa fakta seperti AFP Indonesia, juga melakukan deteksi proaktif dan membuat basis data misinformasi untuk membantu moderator menangkap dan mengambil keputusan yang akurat terhadap tren yang sedang berkembang di internet.

Sebelumnya, TikTok Indonesia juga telah mengumumkan kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu RI) pada September 2023 sebagai wujud komitmennya untuk menyediakan dan memberikan informasi akurat kepada masyarakat. Kerja sama TikTok dan Bawaslu mencakup pengawasan dan penanganan konten disinformasi dan percepatan penyebarluasan informasi terkait

TikTok juga akan meluncurkan sebuah hub khusus dalam aplikasi untuk membantu pengguna mendapatkan informasi yang sah seputar Pemilu 2024. TikTok juga terus berusaha menjaga netralitas platform selama pemilu dengan melarang adanya iklan politik, termasuk iklan berbayar di platform dan kreator yang dibayar langsung untuk membuat konten bermerek.

"Kami tidak mengizinkan tindakan terkoordinasi untuk mempengaruhi hal tidak baik terhadap opini publik. Tiktok ada untuk menyebarkan kebahagiaan, konten yang menyebarkan misinformasi dan hoax akan kami hapus. Untuk akunnya melakukan pelanggaran beberapa kali maka akan kami hapus," ujar Anbar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.