Menjelang Pendaftaran Pasangan Pilpres ke KPU, Khofifah - Emil Pamit

Kamis, 12 Okt 2023, 15:53 WIB

SURABAYA - Satu pekan menjelang pembukaan pendaftaran pasangan capres-cawapres di Komiis Pemilihan Umum, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Kamis (12/10), menyampaikan permohonan undur diri karena lima tahun masa periode jabatan pertama yang segera berakhir.

Dia sekaligus menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam proses pembangunan di Jatim.

Ket. Foto: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/10). — Sumber: Istimewa

"Bersama Wagub Jatim, Pak Emil Dardak, kami akan pamit untuk periode ini kepada panjenengan semua warga Jatim yang luar biasa, karena Hari Jadi ke-78 ini merupakan tahun ke lima di periode kami saat ini. Kami sungguh mencintai panjenengan semua masyarakat Jatim, yang menerima kami seperti saudara," katanya saat mmeimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (12/10).

"Semoga apa yang kami capai memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Jawa Timur. Dan apa yang belum kami maksimalkan pencapaiannya, Saya dan Pak Wagub mohon maaf sebesar-besarnya. Mudah-mudahan seluruh keberlanjutan dari proses pembangunan di Jatim akan terus terjaga dan kita kembangkan bersama. Dirgahayu Jawa Timur, Bangkit dan teruslah melaju," imbuhnya.

Khofifah mengatakan, berbagai pencapaian dan prestasi yang telah diraih Provinsi Jawa Timur selama ini juga merupakan kinerja luar biasa dari seluruh OPD di Pemprov Jatim, Serta kolaborasi yang baik dari berbagai pihak. Sejak Februari 2019 sampai dengan akhir September 2024 Pemprov Jatim telah menerima 631 penghargaan baik regional, nasional maupun internasional.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat Jatim untuk memiliki semangat seperti motto yang tertera dalam lambang kebanggaan Provinsi Jawa Timur, yakni 'Jer Basuki Mawa Beya' untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan.

"Jer Basuki Mawa Beya ini merupakan sebuah pepatah yang bermakna bahwa setiap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup berawal dari pengorbanan, kerja keras dan upaya yang diperjuangkan bersama untuk meraihnya," kata Khofifah.

"Bahwa kerja adalah aktivitas asasi dan fundamental yang harus dilakukan oleh manusia, tidak hanya untuk mendapatkan kebahagiaan, keberhasilan dan kesuksesan. Namun kerja adalah sesuatu yang harus dilakukan manusia untuk dapat mempertahankan kehidupan. Demikianlah makna filosofis paling gamblang dari motto Provinsi Jawa Timur tercinta, Jer Basuki Mawa Beya," lanjutnya.

Khofifah mengatakan, motto Jatim ini seperti Man Jadda Wajada, siapa yang giat akan mendapat. Bahwa keberhasilan akan dicapai seseorang kalau ia bersungguh sungguh, tekun, bekerja secara total dan konsisten. Dalam manajemen modern, man jadda wajada diartikan kerja dengan fokus, penuh ketekunan, ketelitian dan profesionalitas.

"Pengorbanan untuk mencapai ritme menuju kesuksesan. Ini juga menjadi penguatan kepada pemuda di Jatim terutama karena mereka akan menjadi generasi emas Indonesia Emas 2045," pungkas dia.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.