Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom AS, Claudia Goldin Raih Nobel Ekonomi

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Ekonom AS, Claudia Goldin Raih Nobel Ekonomi Doc: JONATHAN NACKSTRAND/AFP
Ket. Ekonom asal Amerika Serikat (AS), Claudia Goldin, pemenang Nobel Ekonomi 2023.

STOCKHOLM - Hadiah Nobel bidang ekonomi, pada Senin (9/10), diberikan kepada ekonom asal Amerika Serikat (AS), Claudia Goldin, atas penelitiannya yang membantu memahami peran perempuan di pasar tenaga kerja.

Para juri mengatakan Goldin berhak mendapat penghargaan Nobel bidang Ekonomi karena telah memajukan pemahaman publik mengenai hasil pasar tenaga kerja perempuan.

"Penelitiannya mengungkap penyebab perubahan, serta sumber utama kesenjangan gender yang masih ada," tambah juri atas peran citivitas akademis dari Universitas Harvard AS itu yang merupakan perempuan ketiga peraih penghargaan bergengsi tersebut.

Seperti dikutip dari France 24, komite penghargaan mengatakan secara global, sekitar 50 persen perempuan berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja dibandingkan dengan 80 persen laki-laki. Namun demikian, perempuan mendapat penghasilan lebih sedikit dan kecil kemungkinannya untuk mencapai puncak jenjang karier.

Dari semua peraih Nobel, hadiah Ekonomi itu memiliki jumlah penerima perempuan paling sedikit, dengan hanya dua pemenang sebelumnya sejak pertama kali pada 1969 yakni Elinor Ostrom pada 2009 dan Esther Duflo pada 2019.

Juri menyoroti bahwa karya Goldin memberikan laporan komprehensif pertama mengenai pendapatan perempuan dan partisipasi pasar tenaga kerja selama berabad-abad.

Pada tahun lalu, penghargaan tersebut diberikan kepada ekonom AS, Douglas Diamond dan Philip Dybvig, bersama dengan mantan Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, atas penelitiannya mengenai perbankan pada saat terjadi gejolak.

Proses yang Sama

Penghargaan bidang Ekonomi yang ditetapkan oleh bank sentral Swedia adalah satu-satunya penghargaan yang tidak ada di antara lima penghargaan awal yang diciptakan oleh ilmuwan Alfred Nobel, sehingga terkadang mendapat julukan "Nobel palsu".

Namun, sama seperti penghargaan sains lainnya, Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menentukan pemenang dan mencari kandidat dengan proses yang sama.

Sama seperti Nobel lainnya, penghargaan itu juga disertai dengan medali emas, diploma, dan hadiah sebesar 11 juta kronor Swedia atau sekitar satu juta dollar AS.

Para penerima penghargaan menerima hadiah dari Raja Carl XVI Gustaf pada upacara pemberian hadiah yang megah di Stockholm.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.