Pangan Penentu Stabilitas Bangsa
📅 Jumat, 06 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSebagai negara, papar Heru, seharusnya berdaulat dalam hal pangan dan tidak bisa hanya berdiam tanpa berupaya meningkatkan produksi sendiri guna mencapai swasembada pangan.
"Komoditas yang cukup penting ini beras, sehingga ketika masing-masing negara menahan pangan, kita masih bisa survive. Ini yang kita juga khawatir, bahwa ketika semua negara menahan pangannya, sementara selama ini kita dininabobokan dengan mudahnya impor. Impor hanyalah strategi jangka pendek untuk mendapatkan produk dalam waktu cepat, dibanding menanam," tegasnya.
Menurut Heru, dalam pembangunan pertanian nasional memang banyak yang keliru.
"Konsumsi kita yang mungkin berlebihan untuk produk-produk pangan tertentu. Memang, kalau kita tidak melakukan suatu perubahan maka suatu waktu ke depan kondisinya akan semakin parah, kebutuhan pangan meningkat sementara produksi pangan kita tidak banyak, sehingga mau tidak mau harus bergantung ke negara lain," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Impor pangan, katanya, memang bagi segelintir orang menyukainya karena mereka mendapat untung dari kegiatan tersebut. Para pencari rente itulah yang terus-menerus membuat kebergantungan pada negara lain.
"Ini sesuatu yang seharusnya membuat kita berubah, meningkatkan ketahanan pangan kita, berdaulat di bidang pangan agar negara kita bisa lebih mandiri," pungkas Heru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!