Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Mentah Naik Pasca OPEC+ Pertahankan Pengurangan Produksi

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 08:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Naik Pasca OPEC+ Pertahankan Pengurangan Produksi Doc: ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic
Ket. Ilustrasi - Pompa minyak yang dicetak 3D terlihat di depan logo OPEC.

TOKYO - Harga minyak naik tipis pada awal perdagangan, Kamis (5/10), yang memulihkan beberapa kerugian besar di sesi sebelumnya, setelah panel OPEC+ mempertahankan pengurangan produksi minyak untuk menjaga pasokan tetap terbatas di tengah kekhawatiran akan kemerosotan pertumbuhan ekonomi global.

Minyak mentah berjangka Brent naik 11 sen menjadi 85,92 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 7 sen menjadi 84,29 dolar AS pada 00.40 GMT.

Harga minyak turun lebih dari 5 dolar AS pada Rabu (4/10) karena prospek makroekonomi yang suram dan kehancuran permintaan bahan bakar menjadi fokus, menyusul pertemuan panel OPEC+, yang mengelompokkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin Rusia.

Panel menteri OPEC+ tidak melakukan perubahan terhadap kebijakan produksi minyak kelompok tersebut dan Arab Saudi mengatakan akan melanjutkan pemotongan sukarela sebesar satu juta barel per hari (BPD) hingga akhir 2023, sementara Rusia akan mempertahankan pembatasan ekspor sukarela sebesar 300.000 barel per hari hingga akhir Desember 2023.

"Kami terus melihat pasar mengalami defisit hingga kuartal keempat dan pelemahan harga mengurangi kemungkinan OPEC akan mengurangi kendala pasokan," kata analis National Australia Bank dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Pada sisi negatifnya, perekonomian zona euro mungkin menyusut pada kuartal terakhir, menurut survei yang menunjukkan permintaan turun pada September saat laju tercepat dalam hampir tiga tahun, karena konsumen mengekang pengeluaran di tengah meningkatnya biaya pinjaman dan harga.

Sektor jasa AS juga melambat pada September karena pesanan baru turun ke level terendah dalam sembilan bulan, namun lajunya tetap konsisten dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang solid pada kuartal ketiga 2023.

"Harga bahan bakar mungkin lebih dekat dengan ambang batas yang dirasakan konsumen dibandingkan harga yang disesuaikan dengan inflasi," sebut JP Morgan dalam sebuah catatan.

Morganmemperkirakan harga minyak akan turun menjadi 86 dolar AS per barel pada akhir tahun dari harga tertinggi tahun ini sebesar 97 dolar AS per barel pada September 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.