Studi: Manfaat Kopi Bukan Sekedar karena Kandungan Kafein
Selasa, 03 Okt 2023, 06:09 WIBBetapapun enggan sebagian besar orang untuk memuali sebuah hari, mereka selalu tahu bahwa kopi yang baru saja diseduh akan membuat diriya merasa lebih hidup dan siap untuk menghadapi aktivitas.
Mayoritas penggemar kopi sudah lama berasumsi bahwa yang membuat mereka bersemangat hanyalah kafein dalam kandungannya, namun NBC News melaporkan bahwa para peneliti di Portugal telah menemukan, efek positif yang kita peroleh dari minuman pagi hari tersebut lebih unik daripada yang kita ketahui sebelumnya.
Kopi lebih dari sekedar kafein
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Behavioral Neuroscience, baru-baru ini menemukan bahwa ada perbedaan terukur dalam pengalaman subjek yang meminum larutan air dan kafein dibandingkan mereka yang minum kopi.
Dari 83 peserta penelitian, 47 orang diberi kopi dan 36 orang diberi kafein yang diencerkan dengan air panas. Setiap orang menjalani pemindaian MRI sebelum meminum minumannya dan pemindaian kedua 30 menit setelah mengonsumsi secangkir.
Hasilnya, aktivitas otak pada kedua kelompok menunjukkan penurunan aktivitas di bagian otak yang membuat orang berada dalam kondisi istirahat. Artinya, kafein memberikan fungsi peningkatan energi yang sama pada semua peserta, terlepas dari apa yang mereka minum.
Namun, mereka yang minum kopi juga mengalami peningkatan aktivitas di bagian otak lainnya, termasuk bagian yang berhubungan dengan fokus, perhatian, dan memori jangka pendek, manfaat yang tidak dimiliki oleh mereka yang meminum larutan berbahan dasar air.
"Kenikmatan yang diberikan kepada individu yang menyukai kopi di pagi hari, sebenarnya hampir merupakan bagian dari ritual yang juga penting bagi individu tersebut untuk merasakan bahwa 'Saya siap menghadapi hari itu,'" kata Nuno Sousa, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Minho di Portugal dan salah satu penulis penelitian.
Sousa mengatakan kepada NBC News bahwa mereka yang tidak minum kopi secara teratur mungkin tidak mengalami efek antisipatif yang sama. Peneliti lain mencatat bahwa ada senyawa dalam kopi yang mungkin memiliki efek unik pada aktivitas otak, membantu fungsi seperti memori.
Penelitian tersebut tidak meneliti mereka yang minum kopi tanpa kafein, jadi tidak jelas apakah variasi tersebut memiliki manfaat yang diuraikan di atas. Selain itu, sebagian besar peserta penelitian adalah perempuan, yang berarti mungkin ada perbedaan dalam cara orang merespons kopi sehubungan dengan jenis kelamin mereka. Terakhir, perlu diperhatikan bahwa kafein memiliki efek fisik lain pada tubuh yang perlu dipertimbangkan; hal ini dapat membatasi aliran darah, yang dapat mempengaruhi atau menutupi efek kafein dan/atau kopi terhadap aktivitas otak.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bensin Reguler di Kamboja Tembus 5.450 Riel, Sektor Transportasi Mulai Tercekik
-
Bapanas Pastikan Harga Beras SPHP dan Minyakita di Nabire sesuai HET
-
Rayakan Hari Jantung Sedunia dengan Talkshow Kesehatan, Avenzel Hotel Angkat Isu Kolesterol dan Jantung Koroner
-
Angka Kemiskinan Indonesia Terendah dalam Dua Dekade, Capai 23,85 Juta Jiwa
-
Eks Menlu Beberkan Tiga Kriteria Penting untuk Jabatan Dubes
-
Mensos: Pencairan BLTS Tak Ada Pungutan Biaya Apapun
-
Polisi Jamin Keamanan Sejumlah Gereja dalam Perayaan Natal di Jakarta Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.