Angka Kemiskinan Indonesia Terendah dalam Dua Dekade, Capai 23,85 Juta Jiwa
Jumat, 25 Jul 2025, 15:40 WIBJAKARTA â Sebanyak 23,85 juta penduduk Indonesia masih hidup dalam kemiskinan hingga Maret 2025, meskipun data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka tersebut merupakan yang terendah dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir. Penurunan jumlah penduduk miskin ini menunjukkan adanya perbaikan dalam struktur ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
BPS menetapkan bahwa seseorang dikategorikan miskin jika memiliki pengeluaran kurang dari Rp 609.160 per bulan, atau sekitar 37,29 dolar AS. Berdasarkan indikator ini, sekitar 23,85 juta warga Indonesia masih masuk dalam kategori tersebut, meski banyak di antaranya yang mulai terbantu keluar dari kemiskinan berkat meningkatnya ketersediaan lapangan kerja.
Jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 210 ribu orang dibandingkan data terakhir pada September 2024. Penurunan ini juga diiringi dengan turunnya tingkat kemiskinan nasional dari 8,57 persen menjadi 8,47 persen pada Maret 2025.
âAtas dasar perhitungan kami, penduduk miskin mencakup 8,47 persen dari total populasi nasional per Maret. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan 8,57 persen pada bulan September lalu,â ujar Deputi BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
âTingkat kemiskinan kita tahun 2025 sebenarnya adalah yang terendah dalam dua dekade terakhir. Namun perlu dicatat bahwa kami menilainya berdasarkan data angka,â tambah Ateng.
Kesenjangan antara penduduk kota dan desa masih menjadi tantangan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan tercatat sebesar 6,73 persen, sedangkan di pedesaan mencapai 11,03 persen. Namun, dibandingkan dengan data sebelumnya, angka kemiskinan di perkotaan justru mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,07 persen, sedangkan di perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,31 persen.
Penurunan angka kemiskinan ini turut didorong oleh berkurangnya angka pengangguran serta pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. Tingkat pengangguran terbuka Indonesia terus menurun sejak Februari 2023 dan kini berada di angka 4,76 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,87 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025.
Para petani juga merasakan dampak positif dari kondisi ekonomi saat ini. Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 123,45 poin per Februari menandakan bahwa petani memperoleh surplus dari hasil pertanian mereka. Angka NTP di atas 100 mencerminkan kondisi ekonomi petani yang lebih baik dari sisi pendapatan dibandingkan dengan pengeluaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk meningkatkan daya tarik investasi. Ia menilai bahwa investasi akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan memperkuat upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
âSeiring menurunnya angka kemiskinan, kami berharap kebijakan pemerintah dan ekonomi dapat terus berlanjut. Kami akan terus mendorong investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja,â ujar Airlangga kepada wartawan pada hari yang sama.
Dengan pencapaian ini, pemerintah berharap tren positif tersebut dapat dipertahankan melalui kebijakan ekonomi inklusif yang menyasar sektor-sektor strategis. Fokus pada penguatan sektor pertanian, perluasan industri padat karya, dan pengembangan infrastruktur menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk memastikan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Jadwal Pekan 23 Super League: Saksikan! Pertandingan Tim-tim Kebanggaan Setiap Hari Sepekan Penuh
-
BPS: Ekonomi Q1-2026 Tumbuh 5,61% Ditopang Konsumsi
-
Dua Kejadian Kebakaran di Jakarta Utara Diduga akibat Korsleting Listrik
-
Selamat Pagi, Tarif 10% Baru Trump Mulai Berlaku dan Sedang Disiapkan yang 15%
-
AS-Iran Bersitegang, KBRI Teheran Siagakan Opsi Evakuasi WNI
-
Allianz Life dan HSBC Hadirkan Sub-Dana Baru dengan Dividen Bulanan
-
Gubernur DKI Jamin Nasib P3K Tetap Stabil, Sambil Tunggu Arahan Pusat Soal Aturan WFH
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.