Ratusan Paket Pangan untuk Kebutuhan Gizi Masyarakat Garut
Selasa, 03 Okt 2023, 17:34 WIBGarut - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, membagikan 357 paket pangan program Gerakan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Terpadu untuk membantu kebutuhan gizi masyarakat di pelosok yang diberikan saat acara memperingati Hari Pangan Sedunia 2023 di Alun-alun Pameungpeuk, Selasa.
Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Hadi Wardana mengatakan, paket pangan sebanyak itu terdiri atas 250 paket makanan siap saji, kemudian 107 paket program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk memenuhi gizi balita agar tidak 'stunting'.
"Kalau untuk makan B2SA itu 250 paket, kemudian untuk balita 'stunting' itu dua desa sebanyak 107 balita," katanya.
Ia menuturkan pemberian paket kebutuhan pangan bergizi salah satu kegiatan dalam rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia yang puncak acara peringatannya 16 Oktober 2023.
Masyarakat yang hadir dalam acara itu, kata dia, cukup antusias menikmati kegiatan yang menyuguhkan beragam makanan, termasuk menu makanan yang dimasak langsung oleh juru masak profesional di Garut.
"Kami Dinas Ketahanan Pangan menyelenggarakan beberapa kegiatan, di antaranya yang pertama yaitu gerakan makan B2SA, di mana masyarakat di sini menikmati santapan makan yang diberikan oleh DKP melalui yang dimasak oleh chef di Garut," katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga menyelenggarakan kegiatan mengedukasi kalangan pelajar di Kecamatan Pameungpeuk tentang makanan atau jajanan yang sehat, bergizi, dan layak dikonsumsi.
Dalam acara itu, lanjut dia, tidak hanya menyajikan makanan siap santap, tapi ada kegiatan lainnya seperti pasar murah kebutuhan pokok masyarakat berupa beras, minyak, terigu dan telur dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.
Ia berharap program pemberian makanan gizi siap saji kepada masyarakat, dan tambahan makanan untuk balita, pangan murah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, dan kegiatan edukasi kepada pelajar itu bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas.
"Siswa SD itu bisa memahami secara dini efek-efek dari keamanan pangan, dan terakhir yang gelar pangan murah, jadi stabilitas harga dan pasokan bahan pangan itu bisa terpenuhi," katanya.
Salah seorang warga Kecamatan Pameungpeuk, Yeti Nurhayati (43) menyampaikan terima kasih adanya kegiatan tersebut, terutama ada pasar murah yang menjual beras, minyak, dan telur dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran.
"Diharapkan ingin harga terus murah, seperti telur, sama yang lainnya juga murah, dan mudah," katanya.
Berita Terkait:
-
Memahami Sejarah Garut Menjadi Kunci dalam Memajukan Daerah
-
Terseret Skandal Epstein, Presiden WEF Borge Brende Diselidiki
-
Pengunjung Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Dikunjungi 408.755 Wisatawan pada Momen Libur Nataru
-
Persib Makin Kokoh di Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Persita 1-0
-
Garut Perlu Dua Pelabuhan untuk Maksimalkan Sektor Perikanan
-
Iran Ancam akan Menyerang Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang Lebih Dahulu
-
Jadwal Super League: Dibuka Duel Papan Atas Persita Melawan Persija
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.