Iran Ancam akan Menyerang Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang Lebih Dahulu

Minggu, 08 Feb 2026, 19:30 WIB

KAIRO - Iran pada Sabtu (7/2), mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah jika diserang oleh pasukan Amerika yang telah berkumpul di wilayah tersebut, seraya menegaskan bahwa hal ini tidak boleh dilihat sebagai serangan terhadap negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan-pangkalan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mwnyampaikan hal itu kepada televisi Al Jazeera Qatar, sehari setelah Teheran dan Washington berjanji untuk melanjutkan pembicaraan nuklir tidak langsung menyusul apa yang digambarkan kedua belah pihak sebagai diskusi positif pada 6 Februari di Oman.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. — Sumber: Antara

Meskipun Araqchi mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran negosiasi selanjutnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi tersebut dapat berlangsung awal pekan depan.

“Kami dan Washington percaya bahwa negosiasi tersebut harus segera diadakan,” kata Araqchi.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah mengancam akan menyerang Iran setelah AS menimbun kekuatan angkatan lautnya di wilayah tersebut, menuntut agar Teheran menghentikan pengayaan uranium, yang merupakan jalur potensial menuju bom nuklir, serta menghentikan pengembangan rudal balistik dan dukungan untuk kelompok-kelompok bersenjata di sekitar wilayah tersebut. Teheran telah lama membantah niat untuk mempersenjatai produksi bahan bakar nuklir.

Meskipun kedua belah pihak telah mengindikasikan untuk menghidupkan mengedepankan diplomasi terkait perselisihan nuklir berkepanjangan Teheran dengan Barat, Araqchi menolak untuk memperluas pembicaraan tersebut.

“Dialog apa pun membutuhkan pengekangan dari ancaman dan tekanan. (Teheran) hanya membahas masalah nuklirnya... Kami tidak membahas masalah lain dengan AS,” katanya.

Pada Juni 2025, AS membom fasilitas nuklir Iran, bergabung dalam tahap akhir kampanye pengeboman Israel selama 12 hari. Teheran sejak itu mengatakan telah menghentikan aktivitas pengayaan uranium.

Responnya saat itu termasuk serangan rudal terhadap pangkalan AS di Qatar, yang memiliki hubungan baik dengan Teheran dan Washington.

Jika terjadi serangan AS baru, kata Araqchi, konsekuensinya bisa serupa.

“Tidak mungkin menyerang wilayah Amerika, tetapi kami akan menargetkan pangkalan mereka di wilayah tersebut,” katanya.

“Kami tidak akan menyerang negara-negara tetangga; melainkan, kami akan menargetkan pangkalan-pangkalan AS yang ditempatkan di sana. Ada perbedaan besar antara keduanya.”

Iran menyatakan ingin haknya untuk memperkaya uranium diakui, dan bahwa memasukkan program rudalnya ke meja perundingan akan membuatnya rentan terhadap serangan Israel. SB/ST

  • AS Serang Iran

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.