Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Bersama, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Nyata Lestarikan Batik

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 00:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Bersama, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Nyata Lestarikan Batik Doc: ANTARA/HO-API
Ket. Perayaan Hari Baruk Nasional 2023 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Senin (2/10/2023).

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu ada langkah nyata dari seluruh pihak untuk melestarikan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia.

Dia mengatakan pelestarian batik saat ini menghadapi banyak tantangan mulai dari hulu sampai hilir, termasuk di antaranya terkait regenerasi para pembatik.

"Batik yang merupakan karya budaya warisan nenek moyang kita merupakan bagian dari perjalanan bangsa yang harus dilestarikan. Perlu langkah nyata dalam mengupayakannya," kata Lestari Moerdijat di Jakarta, Senin, saat peringatan Hari Batik Nasional.

Dia pun mengusulkan pelestarian batik secara konkret perlu dipikirkan dari tingkat hulu sampai hilir. Dari sisi hulu, Lestari menjelaskan, perlu ada regenerasi para pembatik. Pasalnya, jumlah pembatik tradisional semakin berkurang.

Data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) jumlah perajin batik di Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai 151.565 orang. Namun, Lestari memperkirakan saat ini jumlah itu menyusut sampai tersisa 37.914 orang.

Dia menilai pandemi Covid-19 kemungkinan ikut berkontribusi terhadap berkurangnya jumlah pembatik.

Sementara di tingkat hilir, Lestari, yang juga menjabat Anggota Komisi X DPR RI, menjelaskan apresiasi masyarakat terhadap batik terutama dalam menggali makna-makna motifnya juga semakin berkurang.

"Kombinasi kendala di dua sisi dalam rantai produksi batik itu mengancam eksistensi batik karya anak bangsa," kata Lestari.

Dia menilai terbatasnya jumlah perajin itu kerap membatik kerap dimanfaatkan oleh negara lain untuk memproduksi batik secara massal dengan harga lebih terjangkau dan mengikuti selera pasar. Alhasil, batik kerap diklaim sebagai kekayaan budaya dari negara lain.

"Upaya untuk mengatasi sejumlah kendala yang mengancam eksistensi batik karya anak bangsa itu harus segera dilakukan bila kita tidak ingin kehilangan warisan budaya yang sarat nilai luhur itu," kata Lestari.

Oleh karena itu, dia menilai memasyarakatkan penggunaan batik menjadi penting.

"Tetapi lebih penting dari itu adalah menjaga agar regenerasi pembatik berjalan dengan baik," kata dia.

Dia mengusulkan perlu ada upaya yang dapat melahirkan pembatik-pembatik muda , dan upaya itu perlu mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.