Runtuhnya Evergrande Harus Jadi Pelajaran bagi Sektor Properti di Indonesia
📅 Jumat, 29 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Jadi harus dijaga kualitas kredit dari sektor properti baik kredit konstruksi untuk developer dan KPR. Bank perlu lebih hati-hati untuk memilih developer," tegas Bhima.
Apa yang disampaikan Aditya dan Bhima ini merespons Bloomberg News yang baru-baru ini melaporkan Bursa Hong Kong pada Kamis (28/9), menangguhkan saham Evergrande, setelah pimpinan pengembang real estate Tiongkok itu dilaporkan telah ditempatkan di bawah pengawasan.
Saham Evergrande pada Rabu ditutup pada 32 sen Hong Kong. Ini bukan kali pertama saham Evergrande disuspensi. Perdagangan dihentikan pada Maret tahun lalu dan baru melanjutkan perdagangan pada 28 Agustus, setelah jeda selama 17 bulan.
Pada Juli, perusahaan membukukan kerugian bersih gabungan sebesar 81 miliar dollar AS untuk tahun 2021 dan 2022, dalam laporan pendapatannya yang telah lama tertunda. Bandingkan dengan laba bersih sebesar 8,1 miliar yuan pada tahun 2020, sebelum perusahaan tersebut mengalami gagal bayar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Baru bulan ini, Evergrande menunda pertemuan restrukturisasi utang dengan para kreditor, dengan mengatakan dalam pengajuannya "penjualan Grup belum seperti yang diharapkan oleh perusahaan" sejak pengumuman restrukturisasi utang pada bulan Maret.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!