• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Keshogunan Mengisolasi Jep...

Keshogunan Mengisolasi Jepang dari Pengaruh Budaya Barat

Jumat, 29 Sep 2023, 06:25 WIB

Portugis menikmati keuntungan perdagangan dengan Jepang dari pelabuhan di Nagasaki antara 1571 hingga 1639. Mereka berhasil menyulap pelabuhan nelayan kecil di Pulau Kyushu menjadi pusat dagang internasional di negara paling timur di Asia timur.

Namun hubungan dengan Jepang mulai memburuk sejak 1630-an. Ketika itu pemerintah Jepang, yang dipimpin oleh Keshogunan Tokugawa (1603-1868), mulai menahan kapal-kapal Portugis yang tiba di Nagasaki.

Ket. Foto: — Sumber: Wikimedia

Penyitaan tersebut merupakan akibat langsung dari seorang kapten Spanyol yang membajak sebuah kapal jung Jepang. Saat itu Spanyol dan Portugal telah bersatu, sehingga Jepang memperlakukan kapal kedua negara dengan cara yang sama.

Para shogun kemudian memberlakukan embargo perdagangan terhadap dua kerajaan Eropa tersebut. Seorang perwakilan dikirim dari Makau ke Jepang pada 1630, salah satunya Dom Gonçalo de Silveira, untuk mencoba dan merundingkan pencabutan larangan tersebut.

Butuh waktu empat tahun bagi utusan tersebut, namun akhirnya pemerintah Jepang setuju untuk melanjutkan perdagangan dengan Portugis. Sayangnya pada perdagangan lanjutan ini keadaannya malah lebih buruk bagi Portugis.

Pada 1639 ketika dua kapal mereka kembali ke Makau dengan berita yang meresahkan bahwa mereka tidak diizinkan menurunkan jangkar dan membongkar muatan di Nagasaki. Hal ini karena Keshogunan Tokugawa telah secara resmi mengubah kebijakan perdagangan luar negeri mereka.

Para pemimpin militer Jepang semakin curiga terhadap orang asing. Karena dalih terjadi penyebaran agama Kristen, semua orang Portugis diusir dari negara tersebut dan perdagangan dihentikan dengan negara-negara seperti Makau.

Bahkan orang Jepang yang berada di luar negeri tidak diizinkan pulang dan jika tetap mereka mencoba, eksekusi menanti mereka. Katalis pengusiran ini adalah Pemberontakan Shimabara pada bulan Desember 1637 hingga April 1638.

Setelah pemberontakan mereda pada 1640 Portugis Makau mengirim delegasi ke shogun Tokugawa untuk merundingkan pembukaan kembali perdagangan. Namun keempat duta besar yang malang ini dipenjara, diadili, dan kemudian dieksekusi bersama 57 pelayan dan awaknya.

Sejak saat itu perdagangan tidak pernah dihidupkan kembali dan bahkan kunjungan duta besar kerajaan raja Portugis pada bulan Juli-Agustus 1647 tidak membawa perubahan kebijakan. Tapi setidaknya dia diizinkan kembali ke Lisbon tidak dieksekusi seperti sebelumnya.

Periode isolasi budaya ini dilakukan pemerintah Jepang di bawah keshogunan dikenal sebagai Periode Sakoku atau negara yang dirantai. Kebijakan ini berlanjut hingga pertengahan abad ke-19. Meskipun mengisolasikan diri, sejumlah kecil pedagang Belanda diizinkan untuk tinggal di pulau kecil buatan manusia dengan nama Dejima.

Pulau di Teluk Nagasaki, orang Belanda tidak boleh meninggalkan pulau itu tanpa izin tertulis dari shogun. Kemudian pada pertengahan abad ke-19, giliran bangsa asing dariBbarat yaitu Inggris dan Amerika, kembali tinggal dan berdagang di Jepang dengan memaksa. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.