Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar AS Menguat, Indeks Capai Tertinggi Sekitar 10 Bulan

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 08:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar AS Menguat, Indeks Capai Tertinggi Sekitar 10 Bulan Doc: ANTARA/Nicolas Economou via Reuters Connect/NurPho
Ket. Ilustrasi - Uang kertas dolar AS dan euro di Amsterdam, Belanda, pada 14 Juli 2022.

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (26/9) atau rabu pagi WIB, karena pasar masih gelisah terhadap proyeksi suku bunga hawkish dari Federal Reserve.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan naik beberapa basis poin mendekati 4,57 persen pada Selasa pagi, tertinggi sejak 2007, sebelum turun kembali.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi mengangkat dolar AS, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 106,2270 pada akhir perdagangan, yang merupakan level tertinggi dalam sekitar 10 bulan.

Presiden Joe Biden pada Selasa (26/9) meminta Kongres melalui unggahan di media sosial untuk mendanai pemerintah ketika muncul peringatan bahwa penutupan pemerintahan yang akan terjadi dapat merusak peringkat kredit dan dolar AS.

Moody's dan Wells Fargo pekan ini memperingatkan bahwa penutupan pemerintahan akan berdampak negatif terhadap perekonomian AS.

Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen The Conference Board turun untuk bulan kedua berturut-turut, merosot ke 103 pada September dari revisi naik sebesar 108,7 pada bulan sebelumnya.

Indeks kepercayaan konsumen berada pada level terendah kedua tahun ini, tepat di atas angka 102,5 pada Mei, menurut data. Belanja konsumen berperan sebagai pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi AS.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Selasa (26/9) bahwa ia melihat kemungkinan terjadinya soft landing pada perekonomian AS, namun juga terdapat peluang sebesar 40 persen bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga secara signifikan untuk memerangi inflasi.

Dalam sebuah wawancara, Ketua JP Morgan Jamie Dimon mengatakan pada Selasa (26/9) bahwa kasus terburuk adalah suku bunga 7,0 persen dengan stagflasi, "Jika mereka ingin menurunkan volume dan menaikkan suku bunga, akan ada tekanan dalam sistem. Kami mendesak klien kami untuk bersiaplah menghadapi tekanan seperti itu. Saya tidak yakin apakah dunia siap menghadapi 7,0 persen."

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0566 dolar AS dari 1,0587 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2157 dolar AS dari 1,2208 dolar AS.

Dolar AS dibeli 149,0710 yen Jepang, lebih tinggi dari 148,8090 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9152 franc Swiss dari 0,9123 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3521 dolar Kanada dari 1,3471 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 11,0285 krona Swedia dari 11,0561 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.