Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kolaborasi, Dubes: Uni Eropa Akan Bantu Indonesia Atasi Perubahan Iklim

📅 Minggu, 24 Sep 2023, 04:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Dubes: Uni Eropa Akan Bantu Indonesia Atasi Perubahan Iklim Doc: ANTARA/Cindy Frishanti
Ket. (ki-ka): Kepala Grup Bank Investasi Eropa (EIB) untuk Asia Tenggara dan Pasifik Sunita Lukkhoo (celana hijau), Duta Besar Uni Eropa untuk Asean Sujiro Seam, dan Konselor Pertama dalam bidang Lingkungan dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Henriette Faergemann, dalam acara "Piknik Hijau Hijau" yang diadakan oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia di Jakarta, Sabtu (23/9/2023).

Jakarta - Perkuat kolaborasi, Duta Besar Uni Eropa untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) Sujiro Seam mengatakan bahwa Uni Eropa akan membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim.

"Melalui dukungan kami terhadap Kemitraan Transisi Energi yang Berkeadilan, kami akan membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia, mengambil bagian, melakukan bagian mereka, juga untuk melawan perubahan iklim," kata Seam di Jakarta, Sabtu.

Seam mengatakan hal tersebut saat ia akan menghadiri acara "Piknik Hijau Hijau", Sabtu, yang diadakan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia sebagai acara utama EU Green Diplomacy Weeks 2023.

Seam dan para duta besar negara anggota Uni Eropa melakukan perjalanan simbolis dengan menaiki MRT menuju acara yang diadakan oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia tersebut sebagai bentuk komitmen mereka untuk masa depan yang lebih hijau.

Para duta besar negara anggota Uni Eropa tersebut adalah Belgia, Denmark, Jerman, Spanyol, Italia, Hongaria, Polandia, Rumania, Slowakia, Finlandia, dan Swedia.

"Kita semua harus berkomitmen terhadap perubahan iklim. Dan inilah alasan mengapa kami menjalin kemitraan dengan Indonesia dan Asia Tenggara," kata Seam.

Seam melanjutkan, bahwa kendaraan utama dalam kemitraan tersebut adalah Kemitraan Transisi Energi yang Berkeadilan (Just Energy Transition Partnership/JETP).

JETP, program pendanaan sebesar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp300 triliun) yang diluncurkan dalam KTT G20 Bali, merupakan komitmen dari International Partners Group (IPG) yang terdiri dari anggota kelompok G7, Norwegia, dan Denmark untuk Indonesia.

Sedangkan negara kelompok anggota G7 tersebut terdiri dari Amerika Serikat, Italia, Inggris, Prancis, Jepang, Kanada, dan Jerman.

Untuk memperkuat komitmen Uni Eropa dalam mendukung kemitraan tersebut, Bank Investasi Eropa (European Investment Bank/EIB) mengumumkan bahwa mereka akan memberikan dukungan finansial dan teknis untuk pembangunan transportasi berkelanjutan.

Dukungan finansial dan teknis tersebut adalah bentuk dukungan Uni Eropa terhadap transportasi berkelanjutan dan transisi energi untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Grup EIB untuk Asia Tenggara dan Pasifik Sunita Lukkhoo menyampaikan bahwa EIB bukanlah bank komersial, melainkan bank yang digerakkan oleh kebijakan Uni Eropa.

Namun, menurut Lukkhoo, sebelum semua kebijakan tersebut ada, Uni Eropa dan Indonesia memiliki tujuan dan nilai bersama yang sama.

"Tindakan kami adalah mendukung proyek, Proyek Hijau, segala sesuatu yang bermanfaat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan," tegas Lukkhoo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...
Daerah
Pemprov Jawa Tengah Perluas...
Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Nasional
Kejati Sumbar Bantah Tuding...
DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.