Kaum Ibu Rentan Menjadi Objek Politik Uang

Sabtu, 16 Sep 2023, 05:25 WIB

JAKARTA - Kaum ibu (emak-emak) dinilai rentan menjadi objek politik uang dalam Pemilu 2024. "Kelompok emak-emak memiliki kerentanan menjadi korban politik uang. Maka, mereka perlu diedukasi agar tidak terhasut oknum-oknum yang ingin mencederai pesta demokrasi," tegas Ketua Bawaslu Jaktim, Willem Johanes Wetik, Jumat (15/9).

Dia minta agar emak-emak tidak mudah tergoda politik uang. Mereka harus terus diberi pemahaman agar tidak tergoda pola para peserta pemilu yang melanggar hukum. Padahal emak-emak sering dianggap sebagai simbol moralitas dan integritas dalam masyarakat dalam rumah tangga.

Ket. Foto: Ketua Bawaslu Jaktim Willem Johanes Wetik di Jakarta Timur, Jumat (15/9). — Sumber: ANTARA/Harianto

Mereka dapat berperan dalam mencegah pelanggaran pemilu dan mempromosikan praktik-praktik adil dan transparan dalam proses pemilihan. Willem menyampaikan bahwa edukasi kepada kaum emak dilakukan melalui sosialisasi tingkat kelurahan dan kecamatan.

Materi sosialisasi diberikan berupa pencegahan politik uang, politik identitas, dan ujaran kebencian. "Jadi, kami edukasi emak-emak sebagai ujung tombak pendidikan awal di rumah," katanya. Bawaslu, kata Willem, juga menggait Gen Z sebagai upaya memperkuat integritas pemilihan dan memastikan bahwa proses pemilu berjalan adil dan transparan.

"Gen Z kami anggap sebagai agen perubahan. Jadi, kami rangkul untuk mengawasi secara partisipatif," jelas Willem. Menurutnya, dalam menggaet partisipasi Gen Z, Bawaslu rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat SMA. Meski begitu, dia mengaku bahwa antisipasi pencegahan pelanggaran pemilu juga membutuhkan peran semua pemangku kepentingan, bukan hanya Bawaslu.

Berdasarkan data Bawaslu tahun 2019, tingkat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Kota Jakarta Timur berada di angka 65 persen. Angka tersebut tertinggi dari seluruh wilayah DKI. Angka selanjutnya, Kabupaten Kepulauan Seribu 43 persen, Jakarta Utara 38 persen, Jakarta Pusat 32 persen, Jakarta Barat 26 persen dan Jakarta Selatan 9 persen.

"Dengan dasar indeks kerawanan kepemiluan tersebut, kami berusaha masuk ke dimensi-dimensi. Kami akan buat penanganan khusus dan perlu diawasi secara melekat," kata Willem. Dia menambahkan, mencegah pelanggaran pemilu sangat penting. Integritas proses pemilihan adalah pondasi demokrasi yang sehat.

Pelanggaran pemilu dapat mengarah ketidakadilan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem politik, bahkan konflik sosial. "Yang kemarin-kemarin sering terjadi polarisasi. Ada dua kutub yang sama besarnya. Kemudian tarik menarik dalam kontestasi kepemiluan," jelasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.