Sejumlah Negara Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Libya

Kamis, 14 Sep 2023, 10:56 WIB

LONDON - Inggris pada Rabu (13/9) mengumumkan akan mengirimkan bantuan "paket awal" senilai hingga 1 juta poundsterling (1,25 juta dollar AS) kepada mereka yang terkena dampak banjir dahsyat di Libya.

London mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan "mitra terpercaya di lapangan" untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar yang paling mendesak, termasuk tempat tinggal, layanan kesehatan dan sanitasi dan "siap memberikan dukungan lebih lanjut".

Ket. Foto: Pemandangan dari udara kota Derna, Libya yang tersapu banjir dahsyat yang dihasilkan dari badai. — Sumber: Aljazeera/AP

Pihak berwenang Libya telah melaporkan lebih dari 3.800 kematian akibat banjir bandang yang melanda kota Derna di bagian timur pada hari Minggu, namun angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan "sangat mengejutkan melihat skala kerugian dan kehancuran yang disebabkan oleh banjir".

"Kami berupaya memberikan bantuan segera kepada rakyat Libya, termasuk pendanaan awal untuk mendukung upaya bantuan internasional," tambahnya.

Pemerintah Inggris mencatat, PBB telah mengumumkan dana sebesar 10 juta dollar AS sebagai respons terhadap banjir dari Dana Tanggap Darurat Pusat (CERF).

Dikatakan, Inggris adalah salah satu donor terbesar untuk dana tersebut. Negara itu memberikan dana sebesar 52 juta poundsterling pada tahun 2023.

Italia Kirim Ahli Banjir dan Kapal

Sementara Italia mulai menerbangkan personel pemadam kebakaran dan ahli banjir ke Libya pada Rabu, juga mengirim kapal untuk memberikan dukungan medis dan logistik menyusul banjir dahsyat, kata Kementerian Pertahanan Italia.

Setelah misi pengawasan pada Selasa, dua pesawat angkut militer Italia dijadwalkan melakukan tiga perjalanan pada hari Rabu untuk membawa para ahli, peralatan, dan material lainnya ke Libya.

Sebuah kapal angkatan laut juga telah berangkat, dijadwalkan mencapai Libya dalam waktu 24 jam, untuk memberikan dukungan logistik dan medis, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kapal angkatan laut lain yang membawa dua helikopter pencarian dan penyelamatan, personel dan peralatan, juga mungkin dikerahkan jika diperlukan, kata kementerian itu.

Sementara itu, Paus Fransiskus menggunakan audiensi mingguannya untuk berdoa bagi para korban banjir di kota Derna di bagian timur, dimana 2.300 orang dipastikan tewas, sementara ribuan lainnya hilang dalam bencana banjir bandang yang disebabkan Badai Daniel.

Mesir Dirikan Tenda

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Rabu mengarahkan pihak berwenang untuk mendirikan kamp di bagian barat negara itu untuk memberikan perlindungan bagi para penyintas banjir dahsyat di negara tetangganya, Libya, media pemerintah melaporkan.

Sisi memerintahkan "pembentukan kamp perlindungan" di wilayah pantai barat yang berbatasan dengan Libya"untuk saudara-saudara kita di Libya yang terkena dampak dan kehilangan rumah mereka", menurut surat kabar resmi Al-Ahram.

Bantuan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Mesir, dimana Kairo berulang kali menolak mendirikan kamp di tengah krisis pengungsi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.