Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Demensia dan Alzheimer, Kemenkes Sarankan Lakukan Ini

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Demensia dan Alzheimer, Kemenkes Sarankan Lakukan Ini Doc: ANTARA/Youtube-Lestari Moerdijat
Ket. Tangkapan layar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti, dalam diskusi tentang demensia dan alzheimer yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (13/9/2023).

Jakarta - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti memaparkan "CERDIK" sebagai upaya pencegahan demensia dan alzheimer bagi para lansia.

"Pertama 'C' adalah cek kesehatan secara rutin untuk menemukan faktor risiko dan penyakit tidak menular yang dimiliki," katanya dalam diskusi tentang demensia dan alzheimer yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Kemudian "E" untuk enyahkan asap rokok, "R" untuk rajin aktivitas fisik, "D" untuk diet gizi seimbang, "I" untuk istirahat cukup, dan "K" untuk kelola stres, yang dapat mengintervensi faktor risiko dan penyakit tidak menular yang dimiliki, kata Eva.

Kemenkes, kata dia, juga menyediakan program deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular melalui integrasi layanan primer kesehatan yang mengikuti siklus hidup.

"Yaitu skrining obesitas, hipertensi, diabetes, dan faktor risiko akibat merokok yang dilakukan setahun sekali, serta skrining faktor risiko stroke dan jantung yang dilakukan setahun sekali sejak usia 40 tahun," ujarnya

Selain itu, Eva menyebutkan Kemenkes juga memiliki upaya pencegahan demensia melalui skrining pengkajian pasien geriatri, dengan sasaran pasien pada usia 60 tahun ke atas yang dilakukan sebanyak sekali selama setahun.

Dalam skrining tersebut, kata dia, terdiri atas penilaian aktivitas kehidupan sehari-hari dengan indeks Barthel, penilaian status mental dengan instrumenGeriatric Depression Scale, serta penilaian status kognitif dengan InstrumenAbbreviated Mental Test.

Meski demikian, Eva menyatakan bahwa obat dari penyakit demensia belum ditemukan hingga kini. Namun, tata laksana tersebut dilakukan untuk mengatasi gejala dan pengobatan penyakit penyertanya.

"Penuaan tidak dapat dicegah, tapi kita semua bisa menua dengan sehat," kata Eva Susanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.