Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Kolaborasi, Indonesia dan Bangladesh Sepakat Secepatnya Wujudkan Kerja Sama Energi

📅 Rabu, 06 Sep 2023, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penguatan Kolaborasi, Indonesia dan Bangladesh Sepakat Secepatnya Wujudkan Kerja Sama Energi Doc: ANTARA/Media Center KTT Asean 2023/Raisan Al Faris
Ket. Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin (kiri) menuruni tangga pesawat saat tiba di Terminal VVIP Bandara Soekarno Hatta, Banten, Senin (4/9/2023).

Jakarta - Penguatan kolaborasi, Indonesia dan Bangladesh sepakat untuk secepatnya mewujudkan nota kesepahaman (MoU) kerja sama energi yang baru saja ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Bangladesh Abdul Momen.

MoU bagi kerja sama yang diharapkan mendorong investasi sektor energi itu akan memfasilitasi investasi BUMN Indonesia untuk pembangunan pembangkit listrik di Banglades, kata Kementerian Luar Negeri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Indonesia dan Bangladesh sedang merundingkan Preferential Trade Arrangements (PTA) untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan sepakat mempercepat negosiasi dengan target selesai tahun ini.

Bangladesh juga ingin mempelajari budaya bahari dari Indonesia.

Menurut Kemenlu, Indonesia dan Bangladesh memiliki pandangan sama mengenai pentingnya implementasi Pandangan Asean tentang Indo-Pasifik (Asean Outlook on Indo-Pacific/AOIP) guna menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

Retno mengapresiasi dukungan Bangladesh kepada Keketuaan Indonesia dalam Asean tahun ini dan komitmen Bangladesh dalam memperkuat kemitraan dengan Asean.

Bangladesh yang menjadi ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) dan menghadiri KTT ke-43 Asean, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretariat Asean dan Sekretariat IORA selama KTT ke-43 Asean.

Indonesia resmi menjabat Ketua Asean 2023 dengan mengangkat tema "Asean Matters: Epicentrum of Growth", di mana Indonesia igin menjadikan Asean relevan dan penting bagi masyarakat Indonesia, Asean dan kawasan sekitar.

Epicentrum of Growth sendiri bermakna keinginan Indonesia dalam mengapitalisasi Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.