Presiden: Asean Butuh Strategi Taktis Luar Biasa

Sabtu, 02 Sep 2023, 01:20 WIB

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) membutuhkan strategi taktis yang luar biasa untuk menghadapi situasi dunia saat ini yang sedang tidak baik-baik saja.

"Di tengah kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja, strategi Asean tidak bisa hanya biasa-biasa saja. Tidak bisa. ASEAN butuh strategi taktis yang extraordinary. Strategi bukan strategi besar tapi taktis yang extraordinary," kata Presiden Jokowi saat membuka Asean Business and Investment Summit di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/9).

Ket. Foto: Panglima TNI Yudo Margono (kiri) dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau personel dari dalam kendaraan saat mengikuti upacara pembentukan pasukan keamanan gabungan TNI dan Polri pada KTT ke-43 Asean tahun 2023 di Taman Monumen Nasional, Jakarta, pada 1 September 2023. — Sumber: AFP/ Yasuyoshi CHIBA

Jokowi menekankan Asean membutuhkan kolaborasi yang solid, dan tidak mementingkan kepentingan sendiri-sendiri, baik dalam hubungan antarnegara, antar-pengusaha, dan antarmasyarakat.

Presiden menyebut Asean sebagai keluarga merupakan keluarga yang harmonis, kompak dan berprestasi. Jokowi menuturkan terdapat pepatah yang relevan bagi Asean yaitu "tetangga itu ibarat saudara dekat, dan lebih utama tetangga yang dekat daripada saudara yang jauh". "Asean telah membuktikan diri sebagai kawasan yang damai, stabil, tumbuh sejahtera," ujar Jokowi.a

Pertumbuhan ekonomi Asean pada 2024, kata Jokowi, diperkirakan menjadi yang tertinggi di dunia yakni mencapai 4,5 persen secara tahunan (year on year/yoy). Asean juga menjadi kawasan yang paling menarik untuk masuknya investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI).

"Di tahun 2022, 17 persen FDI masuk ke Asean. Ini juga tertinggi dibanding kawasan-kawasan berkembang lainnya," tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan Asean sedang menikmati bonus demografi dengan angkatan kerja ketiga terbesar di dunia. Sebanyak 65 persen populasi Asean berpotensi menjadi kelas menengah pada 2030. Hal itu menjadi modal besar Asean untuk mencapai cita-cita menjadi epicentrum of growth atau episentrum pertumbuhan.

Dengan keunggulan dan juga tantangan yang dihadapi Asean saat ini, Jokowi berharap Dewan Penasihat Bisnis Asean atau Asean Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dapat berperan lebih besar dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi taktis kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Presiden Jokowi juga berharap konsep Asean Incorporated yang diperkenalkan oleh Asean-BAC mampu menjadi jembatan komunikasi untuk menciptakan ekosistem saling menguntungkan, meningkatkan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan Asean.

Gelar Pasukan

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan personel yang terlibat pengamanan KTT Ke-43 Asean di Jakarta siap mengantisipasi kerawanan dengan kompleksitas yang ada di Ibu Kota.

"Ya jadi semua ancaman, baik dari dalam maupun luar sudah kami antisipasi semua, termasuk ancaman siber ada BSSN dan seluruh siber TNI maupun Polri, semua kami siapkan, kami antisipasi, termasuk ancaman dari luar, ada kapal perang, ada pesawat tempur yang sudah kami siapkan," kata Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono usai Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT Ke-43 Asean di Silang Monas, Jakarta, Jumat.

Dalam pengamanan KTT Ke-43 Asean di Jakarta, TNI membentuk Komando Tugas Gabungan Pengamanan (Kogasgab PAM) dengan kekuatan personel 13.158 orang. Sementara Polri menggelar operasi pengamanan dengan sandi Operasi Tri Brata Jaya 2023 melibatkan kekuatan 6.182 personel gabungan yang berasal dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dibantu Polda Jawa Barat dan Polda Banten.

Selain personel, TNI menyiagakan alat sistem keamanan (alutsista) di darat, laut maupun udara sehingga meski pelaksanaan pengamanan di tengah kota, namun untuk pengamanan lingkar luar baik dari keamanan laut maupun udara disiagakan.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan kompleksitas Jakarta sebagai ibu kota negara harus dipahami seluruh personel pengamanan yang terlibat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.