Menanti Data Ekonomi AS
Rabu, 30 Agu 2023, 10:35 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan melanjutkan penguatannya, hari ini (30/8), meskipun bersifat terbatas. Pelaku pasar berspekulasi indeks harga perumahan di Amerika Serikat (AS) melambat sehingga berimplikasi pada makin lemahnya pergerakan inflasui di Negeri Paman Sam.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pelambatan indeks perumahan AS akan berdampak pada penurunan inflasi lebih lanjut sehingga menekan pergerakan dollar AS. Karenanya, Josua memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (30/8), bergerak di kisaran 15.225-15.325 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan menguat.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan, Selasa (29/8), ditutup menguat 32 poin atau 0,21 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.260 rupiah per dollar AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) menjelang rilis serangkaian data ekonomi utama AS pada pekan ini.
"Pembacaan pengeluaran konsumsi pribadi, inflasi inti Federal Reserve akan dirilis pada Kamis (31/8), sementara data nonfarm payrolls Agustus akan ditutup pada minggu ini," ujar dia dalam keterangan tertulis.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Rutin Bersih-bersih Lingkungan untuk Mendukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Konser di ICE BSD, aespa Akui Waktu di Jakarta Selalu Terburu-Buru
-
DLH Mimika Alokasikan Rp18 Miliar untuk Gaji Petugas Kebersihan, Total 182 Orang
-
Papua Siap Bangun Industri Kelautan, Lebih dari 100 Kampung Nelayan Sudah Siap Diverifikasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.