Deteksi 'Stunting' lewat Antropometri

Rabu, 30 Agu 2023, 04:20 WIB

TANGERANG - Upaya menekan kekerdilan (stunting) terus dilakukan Dinas Kesehatan Kota Tangerang dengan menyalurkan alat antropometri. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi stunting dan disalurkan untuk 1.092 posyandu.

"Alat ini berfungsi untuk mendeteksi stuntingsecara valid dan akurat. Cara kerja melalui pengukuran dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak," kata Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni, Senin.

Ket. Foto: Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang

Dia menuturkan alat antropometri yang diberikan kepada posyandu berupadigital baby scaleatau timbangan bayi digital, stadiometer atau alat ukur tinggi badan, dan infantometer atau alat ukur panjang badan. Kemudian, timbangan injak digital, metline atau alat ukur lingkar lengan atas dan lingkar kepala serta tas antropometri kit.

Menurut Dini, alat tersebut telah berstandar Kementerian Kesehatan sehingga diharapkan upaya menekan stunting dapat berjalan baik. "Pengukuran bayi akan lebih standar, juga barometer pengukuran stunting dengan tinggi atau berat tubuh bisa lebih tepat. Jadi, jangan sampai kita bilang stunting, tetapi ternyata cara mengukurnya yang kurang tepat," tandas Dini.

Sementara itu, penanganan stunting di Kota Tangerang yang telah dilakukan di antaranya promosi dan konseling menyusui. Kemudian, pemberian makanan bayi anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Lalu, sumplementasi gizi makro, suplementasi tablet penambah darah, suplemen ibu hamil, vitamin A, kalsium dan zinc. Ada juga fasilitas Pos Gizi.

Kemudian pemeriksaan kehamilan gratis, pendampingan ibu hamil, kelas ibu hamil dan balita. Ada juga posyandu remaja, imunisasi, dan pemberian obat cacing. Selain itu, Dinkes juga melakukan penyuluhan calon pengantin dan menyediakan sistem rujukan terintegrasi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.