Pemkab Purwakarta Antisipasi Dampak Penurunan Kualitas Udara
Minggu, 27 Agu 2023, 21:51 WIBPURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas udara sebagai dampak dari musim kemarau panjang dan cuaca ekstrem.
"Antisipasi penurunan kualitas udara dilakukan untuk mewaspadai potensi munculnya penyakit yang disebabkan kualitas udara yang buruk," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustikadi Purwakarta, Minggu.
Saat ini terjadi penurunan kualitas udara di sejumlah kota besar seperti di wilayah DKI Jakarta dan kawasan Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi.
Atas hal tersebut, pihaknya perlu melakukan antisipasi terjadinya penurunan kualitas udara dampak dari musim kemarau di wilayah Purwakarta.
"Kualitas udara di Purwakarta harus terus dijaga agar tetap berada dalam kondisi baik," katanya.
Menurut dia, organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Purwakarta harus menyiapkan langkah antisipasi yang mampu mencegah terjadinya penurunan kualitas udara di Purwakarta.
"Jadi kita harus melindungi masyarakat dari berbagai potensi penyakit yang ditimbulkan dari penurunan kualitas udara," katanya.
Pada musim kemarau panjang ini, bupati juga menghimbau agar masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), karena musim kemarau yang ekstrem dampak dari fenomena El Nino akan berpengaruh pada kesehatan manusia.
"Tingkatkan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat, musim kemarau yang ekstrim akan berpengaruh pada daya tahan tubuh manusia yang berdampak pada kualitas kesehatan," katanya.
Sementara itu, sesuai pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta melalui metode passive sampler, dapat diketahui kalau kualitas udara di wilayah Purwakarta saat ini dalam kondisi cukup baik dan tidak tercemar.
Metode passive sampler merupakan pemantauan mutu udara ambien, dan merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan program pengendalian pencemaran udara.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan dan Lingkungan Dinas Linh Hidup Purwakarta, Agung Muttaqin, mengatakan, faktor pendukung lainnya seperti ruang terbuka hijau yang berada di pusat kota cukup membantu menjaga kualitas udara di Purwakarta.
"Geografis di Purwakarta itu kan banyak di dominasi oleh wilayah perkebunan karet, teh, kehutanan dan perkebunan warga, dan perkebunan bambu di Sukasari, termasuk RTH (ruang terbuka hijau) di pusat kota, keberadaan itu sangat membantu menjaga kualitas udara di Purwakarta," kata dia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
JIS Jadi Venue Konser Avenged Sevenfold di Jakarta, Ini Alasannya
-
Inovasi Pohon Cair MPTree Masuk Tahap Uji Nyata di Pabrik Semen Merah Putih
-
Masuki Pancaroba, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
-
Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Alam
-
Angkasa Pura Indonesia dan AirNav Pastikan Operasional Bandara Soetta Tetap Terkendali Saat Cuaca Buruk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.