Hati-Hati Lansia Jangan Salah Olahraga, Ini yang Harus Dilakukan

Minggu, 27 Agu 2023, 16:24 WIB

JAKARTA - Bagi yang memiliki orang tua lanjut usia (lansia) atau telah berusia di atas 60 tahun harus berhati-hati dalam berolahraga, sebab bisa menyebabkan cedera pada tulang dan lainnya.

Dokter Evan M.Kes, Sp.OT(K), yang merupakan spesialis orthopedi konsultan sport injury Primaya Hospital Bekasi Timur, menjelaskan olahraga yang baik untuk lanjut usia adalah yang low impact. Artinya olahraga tidak banyak kontak fisik dan minimal bertumbu seperti sepedahan, jalan kaki, berenang.

Ket. Foto: Dokter Evan saat memberikan paparan pada seminar acara perayaan 17 tahun RS Primaya. — Sumber: Istimewa

"Mencegah terjadinya cedera, harus melakukan atau sesuatu yang proper. Misalnya mau main basket, gunakan sepatu yarng tepat yakni untuk basket. Kemudian jangan lupa lakukan pemanasan. Minum yang cukup atau bagi runner agar tak terjadi dehidrasi atau pingsan harus minum yang banyak," kata Evan di sela-sela acara perayaan 17 tahun RS Primaya, beberapa waktu lalu.

Selain itu, tambahnya, bagi lansia yang ingin mengikuti maraton di mana olahraga ini tengah banyak dilakukan maka dirinya menyarankan bagi para pemula adalah harus latihan dua sampai tiga bulan sebelum mengikut marathon.

"Jangan mendadak tiba-tiba marathon atau half marathon. Selanjutnya adalah sesuaikan penggunaan sepatu lari. Apalagi untuk runner jenisnya sangat beragam jadi harus disesuaikan dengan jenis kakinya," kata Evan.

Dokter Evan menambahkan di Primaya Hospital Bekasi Timur menjadi Official Medical Partner klub voli Lavani untuk memastikan kesehatan atlet sehingga bisa tampil maksimal di lapangan. Primaya Hospital Bekasi Timur melalui Sport Clinic and Orthopedic Center memberikan layanan kesehatan menyeluruh untuk para atlet mulai dari persiapan, pertandingan, hingga perawatan pasca pertandingan.

"Sebelum bertanding, atlet diberikan pengetahuan untuk menjaga kesehatan, baik dari sisi gizi hingga pemanasan yang aman untuk menghindari cidera. Sementara itu, selama pertandingan tenaga medis memastikan atlet mendapat penangan ketika mengalami cidera," jelasnya.

Dr. Evan juga mengatakan bahwa Sport Clinic Primaya merupakan salah satu layanan modern dari rumah sakit yang hadir mengikuti perkembangan zaman. Unit ini tersedia untuk menangani berbagai masalah kesehatan terkait dengan aktivitas fisik, terutama olahraga.

Aktivitas olahraga bisa menyebabkan cedera pada individu walaupun bukan sebagai atlet profesional. Mereka memerlukan penanganan yang lebih spesifik dan lebih baik dari tim dokter sub-spesialis , spesialis serta tim terkait.

"Kami berharap, nantinya Primaya Clinic Sport bisa dijadikan sebagai Medical Tourism. Tujuannya tak lain agar para pasien yang cedera tidak lagi berobat ke luar negeri tapi cukup di Indonesia saja. Tentunya akan mengurangi biaya berobat maupun perawatan ke luar negri. Di sini peralatan dan tim medisnya juga tak kalah dan sudah berpengalaman di luar negeri," tutupnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.