Mencicipi Ikan Kod yang Lezat Nan Segar di Sudut Westminster
Senin, 21 Agu 2023, 23:23 WIBDi salah satu sudut pusat Kota London terdapat sebuah restoran yang menghidangkan menu ikan kod, sajian yang paling banyak dipesan oleh para pengunjung. Restoran bernama The Laughing Halibut itu merupakan spesialis penyaji ikan-ikan lezat nan segar yang lokasinya berada di sudut 38 Strutton Ground, Westminster.
Restoran ini terletak tepat di ujung jalan khas Kota London dengan naungan bangunan-bangunan bergaya kuno berfasad batu bata persegi berwarna cokelat kemerahan. Wilayah ini terbilang ramai karena terdapat pasar kuliner tradisional di sepanjang jalan dan sebuah taman tak jauh dari lokasi yang membuat restoran The Laughing Halibut terlihat tak sepi pengunjung.
Salah seorang pengunjung dari Indonesia, Fery, berkesempatan datang dan mencicipi menu jagoan restoran ini yaitu kod dan kentang goreng berukuran standar seharga 13.95 poundsterling. Menurutnya, ikan kod yang disajikan memiliki tekstur yang agak tebal namun lembut dengan cita rasa air tawar yang tidak menyisakan aroma amis.
"Masaknya bagus, tidak amis. Porsinya pas untuk satu orang, tidak berlebihan. Mungkin kalau porsi ayam atau chips-nya lebih banyak, saya tidak bisa menghabiskannya. Menu ikan kod ini enak dinikmati dengan saus sambal dan tetesan jeruk lemon. Jadi tambah segar," kata Fery.
Restoran ini menawarkan menu ikan kod dan kentang goreng berukuran besar yang dijual seharga 15.50 poundsterling. Selain menu ikan kod, restoran ini juga menyajikan menu ayam goreng gurih yang dihidangkan bersama potongan-potongan kentang goreng nan renyah.
Menu jenis ini lumayan nikmat bila disantap pada siang hari ditemani dengan segelas jus apel atau sekaleng minuman berkarbonasi yang segar. Harganya? Seporsi makanan yang terdiri atas dua potong ayam ditemani kentang goreng dibanderol 12,50 poundsterling.
"Kulit ayam goreng berbeda dengan ayam yang pernah saya makan di Indonesia. Lebih gurih, renyah tetapi tidak keras. Renyah dari bagian luar hingga ke daging di dalam, walau saya sempat mencicipi bagian dada yang bumbunya kurang terasa. Mungkin proses memasaknya belum sempurna. Tetapi secara keseluruhan, menu ayam di sini patut dicoba," papar pengunjung lain bernama Rangga.
Meski begitu, menurut Rangga, porsi setengah ekor ayam goreng restoran berlabel halal tersebut tergolong berlebihan sehingga ia mengaku tak kuasa untuk menghabiskan menu makanan itu seorang diri.
"Tidak seperti ayam goreng di Indonesia, ayam di restoran ini sangat besar. Dagingnya padat dan sulit untuk menghabiskannya sendiri. Jadi, mungkin menu ini bisa dinikmati untuk berdua," tutup Rangga sambil melanjutkan melahap potongan paha ayamnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
YLKI Minta Aplikasi JAKI Dikembangkan Demi Lindungi Konsumen
-
Sop Buntut Pasar Pabean: Legenda Sejati Kuliner Surabaya
-
Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, DPR Desak Perlindungan Satwa Liar dengan Teknologi
-
Pemkot Malang Bakal Rekayasa Lalu Lintas di 12 Jalan saat Satu Abad NU
-
Bappenas: Masa Depan Pembangunan Indonesia Ada di Ekonomi Hijau
-
99 Persen Perguruan Tinggi Swasta di Papua Terakreditasi
-
Kemenhub: Mudik Gratis KA 2026 Resmi Dibuka hingga 29 Maret
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.