I-EU CEPA Masuk Tahap Akhir, Wamendag Roro Esti Optimis Perdagangan RI-Jerman Meroket

Jumat, 01 Mei 2026, 17:15 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya hubungan strategis antara Indonesia dan Jerman dalam forum "Evening Reception with Business Talk: Germany and Indonesia, Opportunities for a Deeper Partnership" di Jakarta, Kamis (30/4). Kedua negara dinilai memiliki peran signifikan di kawasan masing-masing.

Menurutnya, Jerman merupakan kekuatan ekonomi utama di kawasan Uni Eropa. Sementara Indonesia berperan sebagai motor penggerak ekonomi di Asia Tenggara.

Ket. Foto: Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya hubungan strategis antara Indonesia dan Jerman dalam forum "Evening Reception with Business Talk: Germany and Indonesia, Opportunities for a Deeper Partnership" di Jakarta, Kamis (30/4). Kedua negara dinilai memiliki peran signifikan di kawasan masing-masing. — Sumber: Kemendag

"Mengingat hal tersebut, Indonesia dan Jerman akan terus saling memandang sebagai mitra strategis prioritas di kedua kawasan. Oleh karena itu, kedua negara perlu terus melanjutkan hubungan secara lebih erat," ujarnya.

Wamendag Roro menjelaskan bahwa Jerman merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Untuk memperkuat hubungan tersebut, Indonesia telah memiliki dua perwakilan perdagangan di Jerman.

Perwakilan tersebut terdiri dari Atase Perdagangan di Berlin dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Hamburg. Kehadiran keduanya diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor nasional.

Dari sisi perdagangan, industri mesin cetak Indonesia menjadi salah satu sektor unggulan. Nilai ekspornya ke Jerman mencapai lebih dari USD 281 juta pada 2025.

Selain itu, ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah juga mengalami lonjakan signifikan. Nilainya mencapai USD 243 juta dengan pertumbuhan hingga 175 persen.

Di sisi lain, Jerman mengekspor produk pipa dan tabung baja ke Indonesia. Nilainya mencapai USD 215 juta atau tumbuh sebesar 225 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Struktur perdagangan kedua negara dinilai saling melengkapi. Hal ini menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama ekonomi di masa depan.

"Dengan memanfaatkan momentum ini, sudah seharusnya kita meningkatkan kerja sama perdagangan lebih lanjut, termasuk melalui I-EU CEPA," tegas Roro.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement saat ini memasuki tahap akhir peninjauan hukum. Perjanjian tersebut ditargetkan dapat ditandatangani pada akhir 2026 dan berlaku mulai awal 2027.

Perjanjian ini diharapkan memberikan kepastian hukum dan insentif strategis. Selain itu, I-EU CEPA juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.

Kerja sama Indonesia dan Jerman juga merambah sektor jasa profesional. Kolaborasi antara kementerian terkait memungkinkan penempatan 4.000 tenaga kerja Indonesia di Jerman.

"Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama kedua negara telah bertransformasi menjadi kemitraan komprehensif," ujarnya.

Sementara itu, anggota Bundestag Thomas Bareiß menyebut hubungan Indonesia dan Jerman telah terjalin lebih dari 60 tahun. Hubungan tersebut didasarkan pada kepercayaan dan kepentingan ekonomi bersama.

"Terdapat sekitar 300 perusahaan Jerman yang saat ini beroperasi di Indonesia. Dengan hadirnya I-EU CEPA nanti, kami yakin hubungan perdagangan dan investasi akan makin kuat," katanya.

Berdasarkan data terbaru, total perdagangan Indonesia-Jerman pada Januari hingga Februari 2026 mencapai USD 860,6 juta. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia sebesar USD 331,1 juta, sementara impor dari Jerman mencapai USD 529,5 juta.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.