Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sulitnya Berantas Perjudian, Polresta Bandung Tangkap Brand Ambasador dan Dua Admin Judi Online

📅 Kamis, 17 Agu 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sulitnya Berantas Perjudian, Polresta Bandung Tangkap Brand Ambasador dan Dua Admin Judi Online Doc: ANTARA/HO Polresta Bandung
Ket. Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo beserta jajaran menunjukan barang bukti yang digunakan dalam kejahatan perjudian online di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/8/2023).

Soreang - Satuan Reskrim Polresta Bandung menangkap seorang wanita yang berperan sebagai brand ambasador dan dua orang admin judi online di Kiaroke, Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan penangkapan yang dilakukan pada Senin (14/8) lalu ini, adalah juga sebagai langkah pencegahan berbagai kejahatan lainnya.

"Kita buatkan LP pada Selasa, 15 Agustus 2023. Operasi ini, karena memang banyak kejadian-kejadian pidana yang disebabkan karena judi online. Jadi ikut judi online uangnya habis, akhirnya merampok, akhirnya mencuri," kata Kusworo di Mapolresta Bandung, Rabu.

Setelah dilakukan penyelidikan secara intens, kata Kusworo, pelaku yang merupakan brand ambasador menggunakan akun media sosial instagramnya dengan cara menari-nari dan menggunakan pakaian tak senonoh dengan logo judi online.

"Dengan logo alexistogel, kemudian yang bersangkutan menginformasikan link, dimana bisa di akses melalui internet untuk sarana dan prasarana perjudian secara online. Yang bersangkutan sudah satu tahun beroperasi, sedangkan untuk yang brand ambasador itu digaji per bulan," ucapnya.

Dengan terungkapnya kasus judi online ini, Kusworo mengimbau kepada para warga masyarakat untuk tidak terbuai dengan perjudian online.

"Karena ini semua rekayasa, dan akan ada ikutan pidana lainnya dengan adanya kita main di judi online ini," ujarnya.

Imbauan itu juga ditujukan pada pelaku atau pekerja di situs judi online, di mana kata Kusworo, ada sanksi hukum yang diatur atas mereka.

"Dan bagi perangkat atau bagi para pelaku, apakah itu yang ikut-ikutan brand ambasador atau jadi admin atau lainnya, ini jangan lagi melakukan, karena ada ancaman hukumannya," tuturnya.

Akibat perbuatannya pelaku MAG (20), OR (34) dan SN (28) dijerat dengan Pasal 27 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2012 atas perubahan dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman penjara maksimal enam tahun dan denda Rp1 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.