Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NATO Tegaskan Dukungan bagi Kesatuan Wilayah Ukraina

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 14:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
NATO Tegaskan Dukungan bagi Kesatuan Wilayah Ukraina Doc: AFP/GI/Paul Ellis
Ket. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri pertemuan Dewan NATO-Ukraina selama KTT NATO di Vilnius, Lithuania.

BRUSSEL - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Selasa (15/8) menegaskan dukungan pada kesatuan wilayah Ukraina setelah munculnya komentar yang disampaikan oleh pejabat seniornya.

Ketika berbicara dalam diskusi panel di Norwegia, Kepala Staf Sekretaris Jenderal NATO, Stian Jenssen, mengusulkan kepada Ukraina untuk melepaskan sebagian wilayahnya kepada Rusia.

Sebagai imbalannya, menurut Jenssen, Ukraina akan memiliki keanggotaan di NATO agar dapat mengakhiri perang.

"Menurut saya, solusinya adalah bahwa Ukraina melepaskan wilayah dan imbalan untuk itu adalah mendapat keanggotaan NATO," ujarnya.

Namun, "ini tergantung pada Ukraina untuk memutuskan kapan dan syarat-syarat apa yang diperlukan untuk bernegosiasi," kata Jenssen, seperti dikutip dalam laporan tabloid Norwegia, Verdens Gang, pada Selasa (15/8).

Kendati demikian, Jenssen menyebutkan bahwa usulan itu merupakan salah satu dari kemungkinan solusi, bukan merupakan sikap resmi NATO menyangkut masalah tersebut.

Sumber resmi NATOmemberikan komentar soal pernyataan itu.

"Kami mendukung penuh kedaulatan dan kesatuan wilayah Ukraina, seperti yang ditegaskan para pemimpin NATO saat KTT Vilnius pada Juli. Kami akan melanjutkan dukungan kepada Ukraina selama dibutuhkan dan kami berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan selamanya," kata sumber NATOtersebut.

NATOtelah berulang kali menyatakan bahwa akan tergantung kepada Ukraina untuk memutuskan waktu dan persyaratan perdamaian yang diinginkan dengan Rusia.

Para pejabat Ukraina, di media sosial, mengecam pernyataan Jenssen.

"Bicara soal Ukraina bergabung dengan NATO sebagai imbalan jika melepaskan sebagian wilayah adalah pandangan yang sama sekali tidak bisa diterima," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Oleg Nikolenko, di Facebook.

"Kami selalu berasumsi bahwa aliansi tersebut, seperti juga halnya dengan Ukraina, tidak memperdagangkan wilayah," ujarnya.

"Partisipasi para pejabat NATO dalam membentuk narasi terkait kemungkinan Ukraina melepaskan wilayah seperti itu akan menguntungkan Rusia," kata Nikolenko.

Penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan di media sosial X bahwa melepaskan wilayah --sebagai imbalan bagi keanggotaan pada NATO-- bisa berarti secara sengaja mengalahkan demokrasi.

Langkah itu juga ia nilai, "mendorong kejahatan di seluruh dunia, memelihara rezim Rusia, merusak hukum internasional, dan meneruskan perang kepada generasi-generasi lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.