Dharma Jaya Ingin Suplai Kebutuhan Daging IKN

Selasa, 15 Agu 2023, 05:23 WIB

JAKARTA - Jika tidak ada aral melintang, Ibu Kota Negara (IKN) akan pindah ke Kalimantan mulai tahun depan. Terkait beroperasinya IKN, Perumda Dharma Jaya ingin juga menjadi pemasok daging bagi masyarakat IKN. Rencana ini diungkapkan Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, Senin (14/8).

"Jadi, Perumda Dharma Jaya akan memperluas kerja sama di Kalimantan Timur yang menjadi lokasi IKN. Perumda Dharma Jaya akan membuka cabang di kawasan IKN bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat," ujar Raditya.

Ket. Foto: Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman — Sumber: ISTIMEWA

"Untuk persiapan IKN, kita sudah survei menjadi salah satu pemasuk dan pendukung kebutuhan-kebutuhan IKN, terutama perdagingan. Itu jangka panjang. Kini tengah dipersiapkan," tandasnya.

Ke depan, dia juga akan terus mengoptimalkan kerja sama dengan daerah produsen bahan baku hewani dalam upaya mengembangkan bisnis komersial. Sebab, Dharma Jaya menargetkan menjadi sentra protein hewani. Selain itu, juga untuk memastikan suplai produk pangan hewani bagi warga Jakarta.

Raditya Endra Budiman mengatakan Provinsi DKI Jakarta bukan daerah produsen bahan baku hewani, tapi daerah konsumsi. "Makanya, perlu kerja sama dengan daerah lain," ujar dia dikutip jakartagoid. Kondisi ini membuat kerja sama dengan daerah produsen sangat penting untuk memenuhi produk hewani dan pengembangan bisnis komersial Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik DKI tersebut.

"Karena itu, penting sekali kerja sama antara Provinsi DKI Jakarta dengan daerah-daerah produsen hewani untuk memastikan stok pangan di DKI Jakarta.Kerja sama yang kami lakukan itu khusus produk pangan hewani, seperti ayam, ikan, dan daging sapi," ujar Raditya, Senin (14/8).

Dia menyampaikan Perumda Dharma Jaya sudah menjalin kerja sama dengan Lampung, Banten, Jawa Barat, Pati, dan Blora, Malang, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerja sama dengan daerah produsen sapi telah menghasilkan total pemasukan sapi mencapai 1.748 ekor tahun 2022.

Untuk tahun 2023, total pemasukan sapi baru mencapai 1.000 ekor. Sementara itu, stok produk pangan hewani Perumda Dharma Jaya sebanyak 305 ton daging sapi, 188 ton daging ayam, 541 ton ikan kembung, dan 150 ekor sapi potong. Dia memastikan Dharma Jaya tidak boleh sembarangan menjalankan kemitraan dengan daerah produsen.

Raditya harus melihat dulu kesiapan daerah produsen untuk bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. "Kesiapan tersebut dilihat dari infrastruktur dan standardisasi mutu," kata Raditya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.