Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti Sebut Empat Ribu Langkah Jalan Kaki Sehari Kurangi Risiko Kematian Dini

📅 Minggu, 13 Agu 2023, 14:57 WIB | Oleh:
Peneliti Sebut Empat Ribu Langkah Jalan Kaki Sehari Kurangi Risiko Kematian Dini Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Berjalan kaki 10.000 langkah sehari dikaitkan dengan peningkatan kesehatan dan penurunan risiko penyakit jantung dan kanker. Meskipun ini masih merupakan target yang sehat untuk dicapai, para peneliti sekarang mengatakan bahwa berjalan kaki sekitar empat ribu langkah sehari dapat membantu mengurangi risiko kematian dini.

Menurut studi terbaru, yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology, semakin banyak berjalan kaki, semakin baik, tetapi berjalan kaki minimal 3.967 langkah sehari dapat mengurangi risiko kematian akibat sebab apa pun, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular berkurang dengan 2.337 langkah sehari.

Setelah menganalisis data dari 226.889 orang dari 17 penelitian berbeda di seluruh dunia, tim menemukan bahwa kematian akibat semua penyebab berkurang 15 persen dengan setiap tambahan 1.000 langkah yang dilakukan setiap hari. Selain itu, dengan peningkatan 500 langkah, risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular berkurang 7 persen. Manfaatnya tetap ada bahkan pada 20.000 langkah sehari. Para peneliti tidak dapat menemukan ambang batas maksimum.

"Penelitian kami menegaskan bahwa semakin banyak Anda berjalan kaki, semakin baik. Kami menemukan bahwa hal ini berlaku untuk pria dan wanita, tanpa memandang usia, dan tanpa memandang apakah Anda tinggal di daerah beriklim sedang, sub-tropis, atau sub-kutub di dunia, atau daerah dengan campuran iklim," kata Dr. Maciej Banach, penulis utama studi tersebut, dikutip dari Medical Daily, Rabu (9/8).

"Selain itu, analisis kami menunjukkan bahwa hanya dibutuhkan empat ribu langkah sehari untuk mengurangi kematian secara signifikan dari penyebab apa pun, dan bahkan lebih sedikit lagi untuk mengurangi kematian akibat penyakit kardiovaskular," lanjutnya.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa ketika orang mulai berjalan kaki sebelum usia 60 tahun, manfaatnya akan lebih banyak. Orang yang berusia di bawah 60 tahun mengalami penurunan risiko kematian sebesar 49 persen secara keseluruhan ketika mereka berjalan kaki antara 7 ribu hingga 13 ribu langkah setiap hari, sementara mereka yang berusia 60 tahun ke atas menunjukkan penurunan risiko sebesar 42 persen ketika mereka berjalan kaki antara 6 ribu hingga 10 ribu langkah setiap hari.

"Pesan utamanya adalah bahwa kita harus berjalan kaki sebanyak mungkin dan kita harus memulainya sedini mungkin untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal," tutur Banach.

"Di dunia di mana kita memiliki lebih banyak obat yang lebih canggih untuk menargetkan kondisi tertentu seperti penyakit kardiovaskular, saya percaya kita harus selalu menekankan bahwa perubahan gaya hidup, termasuk diet dan olahraga, yang merupakan pahlawan utama dalam analisis kami, mungkin setidaknya sama, atau bahkan lebih efektif dalam mengurangi risiko kardiovaskular dan memperpanjang usia," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.