- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dunia Harus Cepat Bertinda...
Dunia Harus Cepat Bertindak Atasi Pemanasan Global
Sabtu, 12 Agu 2023, 00:01 WIBLONDON - Ketua Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Jim Skea, mengatakan sekarang saatnya pemerintah di seluruh dunia untuk menggunakan teknologi, metode, dan dana dalam mengatasi perubahan iklim demi membatasi pemanasan global.
Dikutip dari Anadolu Agency (AA), Skea ingin memfokuskan upaya panel pada tindakan yang dapat diambil segera untuk membatasi pemanasan global dalam dekade ini, yang akan sangat penting dalam mengekang kemungkinan dampak bencana.
"Laporan IPCC tentang dampak, adaptasi dan mitigasi telah mengirimkan sinyal yang sangat jelas tentang kemungkinan (untuk tindakan). Pada titik ini, semuanya diserahkan kepada pemerintah," ujar Skea, di London, baru-baru ini.
"Jika kita memiliki harapan untuk membatasi pemanasan hingga 1,5 Celsius, diperlukan tindakan segera untuk mitigasi," ujar dia.
Menyebut temuan dalam laporan IPCC terakhir menunjukkan ambang batas ini dapat dilampaui pada awal 2030-an, dia mengatakan temuan ini didasarkan pada pemanasan rata-rata jangka panjang, dengan kenaikan suhu yang mungkin melebihi 1,5 Celcius pada setiap tahun bahkan sebelum waktu itu, meskipun hanya sementara.
"Ketika IPCC berbicara tentang tingkat pemanasan, itu sebenarnya rata-rata selama 20 tahun. Jadi, bisa berbeda dengan tingkat pemanasan yang kita lihat dalam satu tahun," ujar dia.
Menurut laporan sintesis keenam IPCC, sejauh ini bumi sudah lebih panas sekitar 1,1 Celsius sejak era pra-industri karena aktivitas manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil dan energi yang tidak berkelanjutan serta penggundulan lahan.
"Menjaga pemanasan global di bawah Celsius akan membutuhkan pengurangan emisi gas rumah kaca yang cepat dan berkelanjutan di semua sektor, memangkas hampir setengah dari tingkat saat ini pada tahun 2030," ujar dia.
Atasi Perubahan Iklim
Terlepas dari urgensi mengatasi perubahan iklim, yang terlihat lebih jelas dalam peristiwa cuaca ekstrem terbaru yang terlihat di seluruh dunia musim panas ini, negara-negara masih terus melakukan investasi bahan bakar fosil baru.
Pemerintah enggan menghentikan investasi bahan bakar fosil secara bersamaan, dengan berbagai alasan, termasuk keamanan energi, sementara banyak negara berkembang dengan cadangan minyak dan gas yang cukup besar ingin terus mengeksploitasi sumber daya ini untuk membantu upaya pembangunan mereka.
"Dalam laporan IPCC terakhir, kami mengatakan cadangan tidak dapat terbakar jika kami membatasi pemanasan hingga 1,5 Celcius atau bahkan 2 Celcius. Misalnya, 30 persen dari cadangan minyak saat ini harus tetap berada di tanah jika kita ingin membatasi pemanasan hingga 2 Celsius," kata Skea.
Jika semakin banyak cadangan minyak dan gas yang disetujui, artinya akan menghadapi pilihan yang lebih tajam bagi pemerintah di masa depan, apakah akan meninggalkan sebagian darinya atau apakah akan memenuhi tujuan Perjanjian Paris, tambah dia, mengacu pada kesepakatan iklim 2015 yang menetapkan batas 1,5 Celsius.
Pemerintah Inggris termasuk di antara yang terbaru berkomitmen untuk memberikan lebih dari 100 lisensi minyak dan gas baru di Laut Utara, seperti yang diumumkan oleh Perdana Menteri Rishi Sunak, pada 31 Juli.
Tanpa membebani tindakan kebijakan masing-masing pemerintah, Skea memperingatkan semakin banyak cadangan minyak dan gas yang diekstraksi sekarang, untuk alasan apa pun, itu hanya berarti bahwa lebih banyak yang perlu dipertahankan jika tujuan Perjanjian Paris ingin dipenuhi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
-
Presiden Prabowo Terbang ke Rusia, Agendakan Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
-
Eddy Soeparno: Krisis Energi Dunia Momentum Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Banjir Bandang Aceh Tengah Hantam Lagi, 2 Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi
-
Suhu Bumi Cetak Rekor Terpanas 11 Tahun, PBB Serukan Aksi Global
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.