Kurang Asupan Serat Selama Kehamilan Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi
📅 Minggu, 06 Agu 2023, 15:45 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Serat merupakan bagian integral dari diet kehamilan yang sehat. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa asupan serat yang tidak mencukupi selama kehamilan dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan saraf pada anak-anak.
Memasukkan serat ke dalam makanan membantu mengatasi pencernaan dan buang air besar yang tidak teratur yang terkait dengan kadar progesteron yang tinggi selama kehamilan. Selain mengatasi sembelit, makanan kaya serat membantu menurunkan risiko eklampsia, mengatur kadar gula darah, dan mengurangi risiko masalah jantung. American Pregnancy Association merekomendasikan untuk mengonsumsi 25 hingga 30 gram serat setiap hari.
"Kebanyakan wanita hamil mengonsumsi serat makanan jauh lebih sedikit daripada yang direkomendasikan," kata Kunio Miyake, penulis pertama studi terbaru yang diterbitkan dalam Frontiers in Nutrition, dikutip dari Medical Daily, Rabu (2/8).
Tim peneliti mengevaluasi 76 ribu pasangan ibu dan anak dari Japan Environment and Children's Study, sebuah studi kohort kelahiran prospektif nasional yang sedang berlangsung. Informasi pola makan ibu hamil dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang mengumpulkan rincian asupan makanan mereka selama trimester kedua dan ketiga. Perkembangan anak dinilai dengan mengirimkan kuesioner lain kepada orang tua saat anak mereka berusia tiga tahun.
Para peneliti mengevaluasi kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, dan keterampilan personal-sosial anak, serta perkembangan mereka dalam hal gerakan dan koordinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan perkembangan saraf berkorelasi dengan jumlah serat makanan dalam makanan ibu hamil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hasil penelitian kami memberikan bukti yang memperkuat bahwa kekurangan gizi selama kehamilan berhubungan dengan peningkatan risiko keterlambatan perkembangan saraf pada anak," ujar Miyake.
Namun, penelitian ini tidak mengevaluasi apakah keterlambatan perkembangan otak disebabkan oleh nutrisi lain dalam makanan.
"Penelitian pada manusia tidak dapat menilai efek serat makanan saja. Meskipun penelitian ini mempertimbangkan dampak dari asupan asam folat selama kehamilan, kemungkinan nutrisi lain yang berdampak tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan. Selain itu, asupan serat makanan dari suplemen juga tidak dapat diteliti," tambah Miyake.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terdapat beberama makanan kaya serat yang bisa dimasukkan ibu hamil ke dalam menu makanan mereka. Adapun makanan itu yakni buah-buahan, seperti alpukat, pisang, apel dan jeruk, lalu sayuran seperti kacang hijau, ubi jalar. Kemudian, biji-bijian, seperti beras merah, quinoa, kemudian kacang-kacangan, seperti kacang merah, almond, dan kemiri.
Minum banyak air, bersama dengan diet kaya serat, membantu melancarkan buang air besar dan pencernaan.
Makanan serat memiliki manfaat penting untuk perkembangan otak bayi. Nutrisi yang tepat sangat krusial dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan otak pada periode bayi.
Contoh makanan serat yang baik untuk dikonsumsi selama masa menyusui dan mempengaruhi perkembangan otak bayi termasuk sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta biji-bijian dan sereal yang tinggi serat.
Penting juga untuk dicatat bahwa pemberian makanan pada bayi harus disesuaikan dengan usianya dan tidak sebaiknya diberikan makanan padat terlalu dini, karena bayi biasanya sudah memperoleh semua nutrisi yang dibutuhkan dari ASI atau susu formula pada enam bulan pertama. Seiring dengan perkembangan bayi, pengenalan makanan padat dapat dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan saran dari dokter atau ahli gizi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!