Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

El Nino Bakal Membuat Bencana Kelaparan Makin Parah

📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
El Nino Bakal Membuat Bencana Kelaparan Makin Parah Doc: ISTIMEWA
Ket. Bencana kelaparan di Ka­bupaten Puncak, Papua Tengah

» Dunia sedang krisis beras, tapi RI masih santai-santai saja, bahkan untuk bekerja sesuai standar saja, masih banyak yang tidak dikerjakan.

» Kalau di Papua Tengah tidak ada stok dan sampai penduduk kelaparan berarti memang tidak ada persiapan.

JAKARTA - Bencana kelaparan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, merupakan peringatan serius bagi ketahanan pangan di Tanah Air. Kalau tidak menyiapkan langkah antisipasi yang lebih riil, jelas dan terukur, maka bencana kelaparan bisa makin parah dan meluas di saat benar-benar memasuki musim kering (El Nino).

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Masyhuri, menyayangkan pernyataan dari otoritas pangan seperti Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian yang selalu menyatakan kesiapan stok pangan menghadapi El Nino.

Kenyataannya, El Nino belum melanda, kelaparan sudah terjadi dan mengancam 10 ribu jiwa di Papua Tengah.

"Pemerintah telah lalai. Papua Tengah itu hanya perlu kerja standar, bukan kerja berlebih seperti kita harus menghadapi ancaman El Nino yang tiap hari dipidatokan. Kalau kerja standar saja gagal, bagaimana nasib kita kalau El Nino benar-benar datang? Kerja standar saja gagal kok, pidato bersiap El Nino," kata Masyhuri saat dihubungi Koran Jakarta, Jumat (4/8).

Masyhuri menjelaskan Papua Tengah saat ini baru memasuki musim kemarau dan belum berada di musim kemarau biasa atau bahkan di dalam ancaman El Nino. Jika pemerintah bekerja sesuai standar saja, kelaparan pada hari ini tidak akan terjadi. Karena kejadian di sana berulang, sehingga semestinya sudah ada rencana mempersiapkan stok pangan sejak lama.

Dari sisi jenisnya, pangan di Papua Tengah didominasi oleh sagu, umbi-umbian, pisang, dan beras. Semestinya, persediaan pangan baik yang masih di pohon maupun umbi-umbian dan beras yang bisa disimpan karena masih banyak tersedia di sana.

"Kalau enggak ada stok dan sampai kelaparan berarti memang tidak ada persiapan. Pemerintah tidak berupaya mendukung perkembangan pangan lokal. Kalau di-support, bulan-bulan seperti sekarang pasti masih banyak sagu di hutan dan umbi di tanah yang siap panen," papar Masyhuri.

Saat ini, dunia, kata Masyhuri, sedang dilanda krisis pangan yang mendorong negara produsen beras seperti India harus menghentikan ekspor beras untuk menjaga stok dalam negeri. Sebelumnya, Vietnam juga memberlakukan kebijakan yang serupa.

Sementara Indonesia masih menyepelekan masalah pangan dengan hanya menjadikannya sebagai naskah pidato, sementara praktiknya masih sangat jauh dari yang diharapkan.

"Dunia sedang krisis beras, kita masih santai-santai saja. Kerja standar saja masih banyak yang tidak dikerjakan," tandas Masyhuri.

Gagal Panen

Guru Besar bidang Kemiskinan dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Bagong Suyanto mengatakan untuk mencegah terulangnya bencana kelaparan di Papua, pemerintah perlu mengantisipasi kemiskinan dan kelaparan dalam satu konteks, bukan dua masalah yang berbeda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.