Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadirkan Nilai Tambah, AP II Jalankan Program Asset Recycling di 5 Bandara

2 Senin, 31 Jul 2023, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadirkan Nilai Tambah, AP II Jalankan Program Asset Recycling di 5 Bandara Hadirkan Nilai Tambah, AP II Jalankan Program Asset Recycling di 5 Bandara Doc: Dok. Angkasa Pura II
Ket. President Director AP II Muhammad Awaluddin (kanan) dalam ‘Conference on Strategic Projects (PSN): Sustainable Infrastructure Towards Indonesia Emas 2045’ pada tema ‘How The Private Sector can Unlock Value Creation on Existing Infrastructure?’ yang digelar Rabu, 26 Juli 2023.President Director AP II Muhammad Awaluddin

PT Angkasa Pura II menjalankan program asset recycling untuk menghadirkan nilai tambah (unlock value creation) di bandara-bandara yang dikelola perseroan.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, program asset recycling dijalankan pada aset greenfield dan brownfield. Hal itu disampaikan President Director AP II Muhammad Awaluddin saat menjadi panelis dalam 'Conference on Strategic Projects (PSN): Sustainable Infrastructure Towards Indonesia Emas 2045' pada tema 'How The Private Sector can Unlock Value Creation on Existing Infrastructure?' yang digelar Rabu, 26 Juli 2023.

Aset greenfield adalah aset yang belum memiliki alat produksi, misalnya tanah/lahan kosong yang ada di kawasan bandara. Sementara aset brownfield adalah aset yang sudah memiliki alat produksi, semisal gedung terminal penumpang pesawat di bandara.

"Asset Recycling yang dijalankan AP II adalah memanfaatkan aset eksisting untuk membangun aset baru guna mengoptimalisasi kinerja bandara, memperkuat konektivitas penerbangan dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis," kata Muhammad Awaluddin.

Konferensi itu diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), serta bekerjasama dengan antara lain Tony Blair Institute. Adapun konferensi tersebut juga bagian dari rangkaian kegiatan Sewindu Proyek Strategis Nasional pada April 2023 - Oktober 2023.

Selain President Director AP II Muhammad Awaluddin, hadir juga sebagai panelis Chief Risk Officer of Indonesia Investment Authority Marita Alisjahbana, Country Director Tony Blair Institute Shuhaela Haqim, Representative of GMR Infrastructure Limited Vivek Singhal, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin, serta Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN.ENG.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menuturkan saat ini ada 5 bandara AP II yang memiliki potensi untuk diterapkan program asset recycling yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Bandara Supadio (Pontianak).

Di Bandara Soekarno-Hatta, asset recycling dilakukan untuk revitalisasi dan pengembangan Terminal 1, 2 dan 3. Selain itu, aset tanah dimanfaatkan untuk pembangunan Terminal 4 pada 2025 - 2027 dan Cargo Village.

"Tujuan dari Asset Recycling di Bandara Soekarno-Hatta adalah peningkatan kapasitas sehingga Bandara Soekarno-Hatta bisa melayani 120 juta penumpang per tahun dan mengakomodir 1,5 juta - 2,2 juta ton angkutan kargo. Selain itu, passenger experience juga meningkat sejalan dengan pengembangan fasilitas layanan," tutur Muhammad Awaluddin.

Sementara di 4 bandara lainnya yakni Sultan Mahmud Badaruddin II, Minangkabau, Sultan Syarif Kasim II dan Supadio, disiapkan revitalisasi dan pengembangan kapasitas bandara serta peningkatan bisnis non-aero.

Implementasi asset recycling di lima bandara tersebut direncanakan dengan menggunakan skema kemitraan strategis antara AP II dengan mitra.

"Di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan kemitraan strategis antara AP II dengan Indonesia Investment Authority (INA)," imbuh Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin menuturkan di dalam menjalankan kemitraan strategis, AP II mempertimbangkan 5 hal, yaitu:

Pertama, kemitraan strategis harus memiliki tujuan utama (key objectives) yang kuat dan berdasarkan analisa menyeluruh. Contoh dari key objectives antara lain untuk aspek finansial, aspek operasional bandara dan aspek keahlian.

Kedua, asset recycling pada brownfield asset dilakukan juga untuk mendukung pendanaan dalam mengembangkan atau membangun aset baru. Ketiga, asset recycling pada brownfield asset, semisal terminal penumpang, pada tahap awal harus diprioritaskan untuk menambah kapasitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Perempuan Disiapkan Kredit Rp2,6 Triliun dengan Bunga Tetap

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perempuan Disiapkan Kredit ...

Memerangi Berita Bohong Menjadi Tugas Bersama

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Memerangi Berita Bohong Men...
Megapolitan
Program Bedah Rumah Merah P...

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.