Senat AS Menolak Proposal Pangkas Bantuan Militer untuk Ukraina

Sabtu, 29 Jul 2023, 13:30 WIB

Senat Amerika Serikat pada Kamis waktu setempat dengan suara bulat menolak upaya pembatasan bantuan militer AS kepada Ukraina dengan mengaitkan bantuan tersebut dengan belanja pertahanan negara-negara anggota NATO. Senat yang terdiri atas 100 anggota itu memutuskan menolak amendemen UU Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) dengan hasil pemungutan suara 71 melawan 13 untuk keunggulan mereka yang menentang. Sebanyak 13 anggota Partai Republik mendukung amendemen yang diusulkan Senator Republik Mike Lee untuk membatasi bantuan militer Amerika Serikat bagi Ukraina.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Amendemen itu menyatakan bahwa bantuan pendanaan bagi Ukraina hanya 2 persen dari anggaran Departemen Pertahanan selama tahun fiskal 2024 atau bisa saja ditambah hanya jika semua anggota NATO mengalokasikan setidaknya 2 persen dari produk domestik brutonya bagi belanja pertahanan. Amerika Serikat sudah menyalurkan lebih dari 40 miliar dolar Amerika Serikat (Rp601 triliun) dalam bentuk bantuan militer kepada Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari 2022, termasuk 1,3 miliar dolar AS (Rp19,5 triliun) yang diumumkan pemerintahan Presiden Joe Biden pada Rabu (19/7).

Bantuan untuk Ukraina mendapat dukungan luas lintas partai dalam Kongres Amerika, yang mengendalikan pengeluaran anggaran pemerintah. Namun, sekelompok kecil anggota legislatif dari Partai Republik yang memiliki hubungan erat dengan mantan presiden Donald Trump, mempertanyakan bantuan tersebut. Kubu Republik di DPR juga sempat mengusulkan amendemen yang memangkas bantuan Ukraina dengan menawarkan versi NDAA-nya sendiri pekan lalu, tetapi amendemen itu juga gagal.

Trump yang berkampanye untuk menjadi calon presiden dari Partai Republik untuk Pemilu 2024, mengaku ingin Eropa mengganti biaya yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk mengeluarkan stok persenjataan yang telah dikirimkan kepada Ukraina. Sebelumnya, dia pernah menyatakan akan menarik Amerika Serikat dari NATO jika semua dari 31 negara anggota aliansi itu tidak mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar 2 persen dari PDB mereka.

Amerika Serikat pada Selasa (13/6) mengumumkan paket bantuan militer baru senilai 325 juta dolar (sekitar Rp4,84 triliun) untuk Ukraina yang mencakup amunisi untuk sistem pertahanan udara, amunisi dan kendaraan, kata Pentagon atau Departemen Pertahanan AS. Pengumuman terhadap bantuan militer terbaru itu dilakukan saat Ukraina memulai serangan balasan, yang telah mengakibatkan hancurnya sejumlah kendaraan yang dipasok AS di medan pertempuran. Paket bantuan ke-40 ini segera diberikan ke Ukraina dengan menggunakan Otoritas Penarikan Kepresidenan, yang membuat presiden dapat mengirim barang dan layanan dari stok AS tanpa persetujuan kongres selama masa darurat.

Sebagai bagian dari paket bantuan itu, Ukraina bakal menerima amunisi tambahan untuk sistem pertahanan rudal jarak menengah (NASAMS), amunisi untuk sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS), amunisi Howitzer 155 mm, sistem anti-pesawat Stinger, serta sistem anti-tank. Selain itu, paket tersebut mencakup 15 kendaraan tempur Bradley, 10 kendaraan lapis baja pembawa personil Stryker, peralatan komunikasi aman serta lebih dari 22 juta putaran amunisi untuk senjata kecil. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan AS telah memberikan sekitar 40 miliar dolar AS (sekitar Rp595,58 triliun) untuk keamanan Ukraina sejak 24 Februari 20

22.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Mafani Fidesya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.