Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PUPR Bangun Empat SMP Terdampak Gempa Cianjur

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 16:54 WIB | Oleh:
Kementerian PUPR Bangun Empat SMP Terdampak Gempa Cianjur Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Pembangunan kembali sekolah yang rusak akibat gempa di Cianjur, Jawa Barat, terus dikejar agar ratusan siswa tidak lagi belajar di dalam tenda.

CIANJUR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menyelesaikan pembangunan empat sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta yang rusak akibat guncangan gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Helmi Halimudin di Cianjur Jumat, mengatakan dari empat bangunan sekolah yang sudah tuntas itu, tiga di antaranya SMP negeri dan satu SMP swasta, semuanya sudah dapat digunakan dengan normal sehingga ratusan siswa tidak lagi belajar di dalam tenda.

"Sekolah yang sudah tuntas dibangun Kementerian PUPR RI itu, telah diserahkan sepenuhnya ke Disdikpora Cianjur, yakni SMPN 1 Cilaku, SMPN 2 Cianjur, SMP PGRI 1 Cianjur, dan SMP Asyauqie," katanya.

Pihaknya berharap pengerjaan perbaikan sekolah yang rusak lainnya akibat gempa dapat tuntas di bulan Agustus 2023, sehingga jumlah sekolah yang menggelar proses belajar di dalam tenda terus berkurang.

Sebelumnya, Disdikpora Cianjur mencatat total bangunan sekolah SMP yang terdampak gempa sebanyak 82 unit, tersebar di sejumlah kecamatan, sedangkan yang rusak berat sekitar 20 SMP dan baru 4 sekolah yang tuntas dibangun kembali.

"Harapan kami sebelum akhir tahun 2023, seluruh sekolah yang rusak sudah tuntas dibangun, sehingga tidak ada lagi siswa yang belajar di dalam tenda," katanya.

Sementara ratusan bangunan sekolah rusak akibat gempa Cianjur yang tidak mendapat prioritas pemerintah pusat akan diperbaiki Pemkab Cianjur dari dana APBD 2024 secara bertahap agar siswa tidak lagi belajar di dalam tenda.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Akib Ibrahim, mengatakan sekitar 561 sekolah di Cianjur rusak akibat gempa tidak ditangani Pemerintah Pusat, sehingga proses belajar mengajar di awal tahun ajaran dilakukan dalam tenda.

"Sekolah di Cianjur yang rusak parah 82 SMP, 22 diantaranya ditangani Pemerintah Pusat, sedangkan 229 SD yang rusak 136 ditangani Pemerintah Pusat, PAUD dan TK, terdapat 250 sekolah yang terdampak, dan hanya 50 yang ditangani Pusat," katanya.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Pusat gempa bumi itu berada di koordinat 6,84 lintang selatan dan 107,05 bujur timur, sekira 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, pada kedalaman 10 km.Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.