- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kenya dan Tiongkok Sepakat...
Kenya dan Tiongkok Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Belt and Road Initiative
Selasa, 25 Jul 2023, 00:16 WIBNairobi - Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative) Tiongkok mendominasi pembicaraan dalam pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Kenya William Ruto dan diplomat senior Tiongkok Wang Yi pada akhir pekan di State House di Nairobi.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Sabtu itu, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk meningkatkan kerja sama kedua negara terkait Belt and Road Initiative.
Belt and Road Initiative merupakan proyek pembangunan skala besar yang digagas Tiongkok pada 2013 untuk meningkatkan konektivitas dan perdagangan global dengan membangun infrastruktur seperti jalan raya, kereta api, dan pelabuhan di Asia, Eropa, dan Afrika.
Ruto menekankan Kenya memiliki kepentingan khusus terlibat dalam proyek tersebut untuk pembangunan jalan, terutama dalam kerangka Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika (FOCAC).
"Investasi di sektor ini akan memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di bawah Agenda Transformasi Ekonomi kami yang disusun dari bawah," ujarnya.
Ruto mengatakan Kenya ingin bekerja sama dengan Tiongkok untuk peningkatan infrastruktur jalan, Bandara Internasional Jomo Kenyatta (JKIA), dan pelabuhan Mombasa dan Lamu.
"Tiongkok akan mempertimbangkan area-area yang menjadi kepentingan prioritas pemerintah Kenya," kata Wang kepada Ruto setelah pertemuan itu.
Belt and Road Initiative menawarkan potensi bagi negara-negara Afrika untuk mengakses pasar baru, menarik investasi asing, dan mendorong peluang pembangunan.
Namun, prakarsa tersebut juga menimbulkan kekhawatiran tentang beban utang yang berkelanjutan dan kepastian apakah proyek-proyek yang dilakukan akan menguntungkan masyarakat Afrika secara berkelanjutan dan adil.
Ruto dan Wang Yi juga terlibat dalam diskusi yang mencakup pembangunan infrastruktur, perubahan iklim, teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan, keamanan dan berbagai bidang lain yang menjadi perhatian bersama, mendorong hubungan yang lebih erat antara kedua negara.
Wang diperkirakan akan mengunjungi beberapa negara Afrika, termasuk Nigeria dan Afrika Selatan menjelang KTT BRICS bulan depan di Johannesburg.
Afrika Selatan memegang keketuaan BRICS tahun ini. BRICS adalah kelompok yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, yang bertujuan untuk mengimbangi dominasi Barat yang dipimpin oleh AS.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Sebut Pengenaan Tarif AS 114 Persen Justru Peluang bagi Indonesia Buka Pasar Panel Surya Lokal
-
Thomas Tuchel Umumkan 27 Pemain Inggris untuk Nations League, Trent dan Palmer Kembali
-
MTV Video Music Awards 2026 Siap Digelar, Madonna dan Taylor Swift Bersaing Ketat
-
Siti Hasmah Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
-
Biznet Operasikan AI-Ready Data Center Pertama dan Siapkan Kabel Laut BNCS-2
-
Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat, Pertumbuhan Ekonomi Dikebut
-
Qatar Ajak Negara Teluk Gandeng Iran demi Keamanan Kawasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.