Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Diminta Kritis Baca Hasil Survei Capres 2024

📅 Minggu, 23 Jul 2023, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diminta Kritis Baca Hasil Survei Capres 2024 Doc: ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Ket. Jurnalis memotret layar hasil survei nasional calon Presiden 2024 yang dilakukan Lembaga survei LSI di Jakarta, Senin (5/6/2023).

JAKARTA - Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengajak masyarakat Indonesia agar kritis dalam membaca hasil survei politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Survei itu alat pengukur suhu belaka yang tingkat kebenarannya tidak mutlak, sifatnya temporal, dan selalu dinamis," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/7).

Dia menyarankan dalam membaca hasil riset politik, maka harus dibaca secara santai. Yohan mengimbau agar masyarakat tidak terjebak pada pemahaman bahwa survei politik sebagai kebenaran.

Hal itu disampaikan Yohan dalam diskusi publik yang dilaksanakan Lembaga Kajian Indonesia Development Research (IDR).

Diskusi yang menghadirkan para peneliti, jurnalis, dan akademisi itu menghadirkan Ketua Bidang Eksternal Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Andi Syafrani.

Andi Syafrani menyatakan sependapat dengan Yohan Wahyu perihal hakikat survei politik yang akhir-akhir ini semakin menjamur. Lembaga survei, menurut Andi, pada awalnya bertujuan untuk memetakan secara akademis mengenai dinamika politik nasional.

"Semula hasil-hasil kerja lembaga survei itu menarik sebagai metode untuk melihat peta prilaku politik warga, hal ini tentu suatu kemajuan ilmu pengetahuan sosial karena sebelumnya metode survei ini tidak banyak dikenal," jelasnya.

Namun, sebagai orang yang tergolong sebagai pekerja survei periode rintisan awal, dia menyadari bahwa kerja-kerja lembaga survei sering dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik.

"Saya merintis karir sebagai surveyor lapangan sehingga saya paham secara utuh bagaimana survei itu dilakukan dan bagaimana pula pertumbuhannya," jelas Andi.

Sementara itu, jurnalis senior mantan Majalah Tempo Elik Susantomenyarankan agar lembaga survei yang selama ini aktif mengerjakan survei politik tidak terjebak sebagai alat membodohi masyarakat dengan menggiring opini untuk kandidat tertentu.

"Sebaiknya lembaga survei harus profesional dan ketat pada metodologi riset," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.