- Home
-
- Luar Negeri
-
- Terancam Pecah Perang, Kor...
Terancam Pecah Perang, Korut Diduga Tembakkan Rudal Balistik Jarak Jauh
Kamis, 13 Jul 2023, 00:06 WIBSeoul - Terancam pecah perang. Korea Utara diduga menembakkan rudal balistik jarak jauh ke arah Laut Timur, Rabu, di tengah ketegangan yang disebabkan oleh tuduhan rezim tertutup tersebut terhadap operasi pesawat mata-mata AS pada awal pekan ini, menurut militer Korea Selatan.
Kepala Staf Gabungan (JCS) mengatakan pihaknya mendeteksi peluncuran dari suatu daerah di atau sekitar Pyongyang sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. Tidak ada penjelasan lebih lanjut sambil menunggu analisis.
"Sementara memperkuat pemantauan dan kewaspadaan kami, militer kami tetap mempertahankan postur kesiapan penuh dalam kerja sama yang erat dengan Amerika Serikat," kata JCS dalam sebuah pesan teks yang dikirimkan kepada wartawan.
Peluncuran rudal jarak jauh terakhir Korut dilakukan pada 13 April, ketika Korut menembakkan rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat Hwasong-18.
Pada Senin dan Selasa, Kim Yo-jong, saudara perempuan berkuasa dari pemimpin Korut Kim Jong-un, mengeluarkan pernyataan tajam yang mengklaim bahwa pesawat mata-mata militer AS "menyusup" ke wilayah di atas zona ekonomi eksklusif (ZEE) Korut.
Kim memperingati bahwa Korut akan mengambil tindakan "jelas dan tegas" terhadap penerbangan pengawasan AS di dalam "zona perairan ekonomi" Korut, mengklaim insiden "mengejutkan" dapat terjadi.
Militer Korsel telah menolak pernyataan Kim, mengatakan kebebasan navigasi dan penerbangan dijamin di ZEE.
Peluncuran terbaru terjadi saat pertemuan diplomatik dan keamanan besar terjadi pada minggu ini, termasuk Konferensi Tingkat Tinggi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Lithuania dan Forum Regional ASEAN di Indonesia.
Dalam KTT NATO, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol diharapkan untuk membahas kerja sama keamanan menghadapi ancaman militer Korut dengan pemimpin lainnya.
Ancaman kekuatan militer Korut juga terjadi setelah kegagalan peluncuran roket luar angkasa yang membawa satelit pengintaian militer pertama Korut pada akhir Mei. Roket tersebut jatuh di Laut Kuning setelah penyalaan mesin tahap kedua tidak normal, menurut media pemerintah Korut.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mengenal Sistem Peluru Kendali S-500 Prometey aka Samoderzhets
-
Italia Bersikeras Sanksi Minyak Russia Tetap Dipertahankan
-
KCIC: Meski Terganggu Layang-Layang, Whoosh Tepat Waktu 99 Persen
-
Harga Emas di Asia Anjlok, Memperpanjang Penurunan Terbesar dalam Lebih dari Satu Dekade
-
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru
-
Sebagian Pemudik Pilih Pulang Kampung Seusai Lebaran, Ini Alasannya
-
Lewat Workshop, KDEI Taipei Ajak Diaspora RI Tembus Pasar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.