Perketat Penjualan Sapi, DKPP Kota Madiun Waspadai Antraks
📅 Rabu, 12 Jul 2023, 21:15 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun
MADIUN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanuan (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur, mewaspadai penularan virus antraks dengan memperketat lalu lintas penjualan hewan ternak sapi yang masuk ke wilayahnya.
Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Madiun, Wahyu Niken Febriantidi Madiun, Rabu mengatakan kewaspadaan itu menindaklanjuti temuan kasus penyakit antraks di Gunung Kidul dan suspek antraks di Pacitan.
"Saat ini, memang belum ada temuan. Namun, semua lalu lintas penjualan sapi terus kami pantau dan dilakukan penyekatan di perbatasan daerah," katanya.
Meskipun nihil kasus di Madiun, namun timnya tetap intensif melakukan pengawasan terhadap penyebaran virus tersebut.
Pihaknya juga telah mengerahkan petugas kesehatan hewan (keswan) untuk melakukan kroscek sekaligus penyekatan. Selain itu, pihaknya meminta kepada peternak baru wajib lapor dan hewan ternaknya dilakukan pemeriksaan.
"Pengecekan terutama dari postur sapi itu sendiri. Kemudian, pengecekan visual apakah keluar cairan dari lubang hidung, mata, dan anus sapi," katanya.
Ia menjelaskan Kota Madiun memang bukan wilayah endemi antraks. Artinya beberapa tahun terakhir nihil temuan kasus. Meski begitu, pihaknya berharap peternak tetap proaktif melapor jika ada sapi mereka yang mati mendadak.
"Antraks itu penyakit 'zoonosis'. Sehingga, bisa menular ke manusia dengan mengonsumsi daging sapi yang terinfeksi. Jadi, cukup berbahaya jika menular ke manusia," katanya.
Selain antraks, timnya juga mewaspadai penularan virus lain, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta LSD. Pencegahan salah satunya dilakukan dengan menuntaskan pemberian vaksin PMK pada ternak sapi dan kambing, demikian NikenFebrianti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!