• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Profesi Pustakawan Dinilai...

Profesi Pustakawan Dinilai Tetap Relevan di Era Digital

Senin, 10 Jul 2023, 23:33 WIB

Presiden Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) Farli Elnumeri memandang bahwa pustakawan tetap memiliki relevansi di era digital mengingat profesi tersebut masih terkait dengan pengelolaan pengetahuan yang dihasilkan manusia.

Ket. Foto: — Sumber: antara

Dia mengatakan para pustakawan selalu bertransformasi dan tetap mengikuti perkembangan teknologi. Pustakawan juga telah dididik untuk mengelola data, informasi, serta pengetahuan terlepas dari apapun bentuknya.

"Pada dasarnya, pustakawan adalah pengelola informasi, pengelola data dan pengetahuan. Jadi selama manusia menghasilkan data, menghasilkan informasi, menghasilkan pengetahuan, selama itu pula dibutuhkan pustakawan apapun bentuk model perpustakaannya," kata Farli saat dihubungi ANTARA, Senin.

Farli menambahkan bahwa para pustakawan, dalam hal ini ISIPII, turut aktif berkontribusi dalam upaya penguatan literasi digital di masyarakat. Melalui jejaring perpustakaan yang tersebar di berbagai wilayah, pustakawan juga aktif melakukan penyiapan modul maupun pelatihan literasi informasi dan literasi digital kepada para siswa dan mahasiswa.

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pustakawan di Indonesia, terutama dalam era digital, Farli mengatakan organisasi kepustakawanan maupun lembaga sertifikasi profesi senantiasa mendorong pustakawan yang berasal dari lulusan ilmu perpustakaan untuk memperbarui kompetensinya setiap tiga tahun sekali melalui sertifikasi.

Di samping itu, imbuh dia, organisasi kepustakawanan juga senantiasa melakukan pendampingan dalam penguatan kompetensi kepada para tenaga perpustakaan yang memang belum memiliki latar belakang disiplin ilmu perpustakaan.

Farli memperkirakan program studi sarjana ilmu perpustakaan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia mencetak sebanyak lebih dari lima ribu lulusan, termasuk lulusan yang berasal dari Universitas Terbuka.

Para lulusan ini, kata dia, paling banyak diserap oleh kebutuhan tenaga ahli di perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan khusus. Sementara serapan lulusan ilmu perpustakaan di perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah masih minim.

Farli menilai ekosistem kepustakawanan di Indonesia secara umum relatif cukup baik. Namun dibanding dengan pemerintah pusat, menurut dia, dukungan pemerintah daerah saat ini masih belum signifikan. Hal ini terlihat dari minimnya keberadaan perpustakaan umum di daerah serta kurangnya kesempatan bekerja menjadi tenaga ahli perpustakaan di daerah.

Oleh sebab itu, Farli menyebutkan pihaknya juga aktif melakukan advokasi dan komunikasi dalam upaya mendorong peningkatan serapan lulusan ilmu perpustakaan agar dapat berkarier di pemerintahan.

"Lima ribuan lulusan setiap tahun ini yang berhasil diserap oleh pemerintah, baik melalui jalur PNS atau P3K ini terbatas sekali. Boleh dibilang bisa jadi di bawah 5 persen setiap tahunnya yang diserap oleh pemerintah. Jadi umumnya mereka bekerja kalau untuk sektor perpustakaannya, ya, di perpustakaan yang dikelola oleh swasta, khususnya di perguruan tinggi swasta. Nah, itu paling banyak," demikian kata Farli.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.