RI Terbuka Kerja Sama Hilirisasi Mineral dengan Papua Nugini
Sabtu, 08 Jul 2023, 04:44 WIBJAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia bersikap terbuka terhadap ketertarikan Papua Nugini (PNG) untuk mempelajari langkah-langkah Indonesia dalam melakukan hilirisasi industri produk mineral.
"Berkaitan dengan mineral, sama Indonesia dengan PNG itu mineralnya melimpah, tapi PNG ingin karena melihat hasil stok nikel di Indonesia memberikan nilai tambah yang sangat besar sampai 30 kali sehingga PNG ingin melihatstep-step-nya seperti apa dan Indonesia terbuka untuk itu," kata Presiden Jokowi setelah meninjau ladang jagung Food Estate Zona 9, di Kabupaten Keroom, Papua, Kamis (6/7), sebagaimana dipantau dari Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden Jokowi mempersilakan pihak PNG untuk melihat hilirisasi industri yang ada di Indonesia, baik di Morowali dan Weda Bay untuk komoditas nikel, di Gresik untuk tembaga, hingga di Bintan untuk bauksit.
Presiden Jokowi juga mempersilakan PNG untuk mendalami berbagai peluang kerja sama hilirisasi, baik melalui BUMN ataupun swasta. "Semuanya ada dan akan kita buka. Kalau mau kerja sama boleh dengan BUMN bisa, dengan private sector, sektor swasta juga bisa, tidak kerja sama pun tidak apa-apa, tetapi kita terbuka," kata dia.
Menurut Jokowi, kerja sama tersebut penting untuk kemajuan bersama, utamanya bagi negara-negara selatan. "Ini untuk kemajuan bersama, terutama untukglobal south. Selatan-Selatan ini penting sekali kita galang bersama-sama," ujarnya.
Selain itu, Kepala Negara juga menyebut bahwa hubungan Indonesia dengan Papua Nugini semakin baik. Hubungan yang baik tersebut akan direalisasikan dalam berbagai kegiatan konkret seperti pembuatan zona ekonomi di perbatasan karena potensi nilai perdagangannya yang besar.
"Kalau kita lihat misalnya di Skouw (Papua) saja itu nilai perdagangan per tahun mencapai 300 juta dollar AS, gede banget, hanya di Skouw saja sama Wutung (PNG). Nah, kalau di titik-titik yang lain dikembangkan zona ekonomi seperti itu akan baik. Itu yang kemarin kita tawarkan dan PNG setuju," kata Jokowi.
Presiden Jokowi pada Rabu (5/7) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) PNG James Marape di APEC Haus, Port Moresby, Papua Nugini, dan kedua pemimpin menyepakati penyusunan peta jalan kerja sama pembangunan untuk lima tahun mendatang.
"Indonesia juga akan segera mulai renovasi fasilitas Rumah Sakit Port Moresby, pembangunan Posko damkar, pengelolaan sampah di Vanimo, pembangunan sekolah di Wutung, dan peningkatan beasiswa pelajar PNG," kata Jokowi, Rabu (5/7).
Kepada PM Marape, Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan negara Pasifik, termasuk PNG.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Diduga Ngantuk Usai Nobar Piala Dunia, Pemotor Kecelakaan di Atas Flyover Ciputat
-
Semarang Diserbu Ratusan Ribu Buku dari Luar Negeri
-
Kemnaker Bidik Serapan Kerja lewat MagangHub
-
Kunjungi Sido Muncul, Delegasi Taiwan Jajaki Kerja Sama Tanaman Obat dan Herbal
-
Kemenkeu: Perubahan Iklim Pengaruhi Keputusan Investasi, Kebutuhan Dana Capai Rp800 Triliun per Tahun
-
AS akan Terapkan Biaya 20% untuk Melewati Selat Hormuz, dan Berlakukan Kembali Blokade terhadap Iran
-
Rupiah Hari Ini Tersungkur usai Serangan AS ke Iran, Pasar Keuangan Bergejolak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.