Manampuang, Tradisi Unik Pembagian Daging Kurban di Sitingkai Sumbar

Jumat, 30 Jun 2023, 09:12 WIB

BUKITTINGGI - Warga Sitingkai Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memiliki tradisi unik dalam proses membagikan daging kurban yang terkenal disebut Manampuang atau menampung dengan tangan.

"Jadi kami memiliki tradisi pembagian daging hewan kurban. Warga tidak dibatasi dan tidak dibagikan kupon, mereka langsung datang ke lokasi penyembelihan hewan kurban dan menampung dengan tangan langsung atau kantong bahkan daun," kata salah seorang warga setempat Heru Nofriandi, Kamis (29/6).

Ket. Foto: Pembagian daging kurban dengan cara menampung langsung di Sitingkai, Palupuh, Agam, Sumbar. — Sumber: ANTARA/dokpri

Ia mengatakan tradisi ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya di Sitingkai.

"Kami tidak mengetahui kapan pertama kali cara ini dilakukan, bahkan orang-orang tua di kampung ini sudah melanjutkannya saja," kata dia.

Manampuang yang dalam Bahasa Indonesia berarti menampung, dilakukan dengan cara membagikan daging kurban ke kantong plastik atau daun yang telah disediakan tiap warga.

Keunikannya yang mendapat daging kurban bukan per kepala keluarga tetapi dihitung jumlah jiwa dalam satu rumah.

"Misalnya di satu rumah ada lima penghuni, maka yang berhak menerima daging adalah lima jiwa pula," katanya.

Kegiatan unik ini diawali dengan gotong royong menyembelih hewan kurban yang disepakati dilaksanakan pada Kamis (29/6).

Setelah hewan kurban dipotong dan akan dibagikan, maka warga berbaris rapi di kanan-kiri jalan menanti jatah daging.

"Panjang antrian mencapai ratusan meter, ratusan warga menanti daging kurban, tampak begitu apik dan sedap dipandang, ini yang menjadi pusat perhatian," kata dia.

Sejumlah pria yang bertindak sebagai panitia, mengambil daging itu dan membawanya menggunakan gerobak sambil mengisi daging ke kantong plastik warga.

"Kita tetap pertahankan tradisi ini, sebab inilah cara pembagian daging kurban yang paling adil dan merata," ungkap salah satu panitia Rizal.

Dia mengatakan, tetap akan mempertahankan tradisi ini karena berpotensi menjadi ikon wisata religi.

"Di daerah ini, penyembelihan hewan kurban berjumlahlima ekor sapi dengan jumlah penerima mencapai ratusan," ujarnya.*

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.