Bank of England Menaikkan Suku Bunga 50 Basis Poin untuk Mengatasi Gelombang Inflasi

Kamis, 22 Jun 2023, 19:24 WIB

LONDON - Bank of England pada Kamis (22/6), mengambil langkah mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin, kenaikan ke-13 berturut-turut setelah para pembuat kebijakan bergulat dengan inflasi tinggi yang masih berlangsung.

Dikutip dari Consumer News and Business Channel (CNBC), Komite Kebijakan Moneter atau Monetary Policy Committee (MPC) memberikan suara 7-2 untuk mendukung setengah persentase peningkatan poin, yang menjadikan suku bunga dasar bank menjadi 5 persen. Langkah tersebut menentang ekspektasi pasar, yang memperkirakan peluang sekitar 60 persen dari kenaikan 25 basis poin.

Ket. Foto: Bank of England mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga menjadi 5 persen. — Sumber: Istimewa

Pound sterling tergelincir terhadap dolar AS setelah pengumuman, dan imbal hasil emas Inggris jatuh, dengan imbal hasil 10 tahun
turun lebih dari 5 basis poin. Hasil bergerak terbalik dengan harga.

Data terbaru pada Rabu menunjukkan inflasi harga konsumen Inggris tahunan sebesar 8,7 persen pada Mei , tidak berubah dari bulan sebelumnya, memperkuat ekspektasi pasar bahwa MPC akan memilih kenaikan lainnya. Ekonom juga menaikkan ekspektasi mereka untuk pengetatan moneter lebih lanjut di masa depan.

Yang paling mengkhawatirkan bagi bank sentral, inflasi inti yang tidak termasuk harga energi, makanan, alkohol, dan tembakau yang mudah pergi adalah 7,1 persen tahun-ke-tahun di bulan Mei, naik dari 6,8 persen di April dan menandai tingkat tertinggi sejak Maret 1992.

"Ada berita positif yang signifikan dalam data baru-baru ini yang menunjukkan persistensi lebih dalam proses inflasi, dengan latar belakang pasar tenaga kerja yang ketat dan berlanjutnya ketahanan permintaan," kata MPC dalam ringkasannya Kamis.

"MPC akan terus memantau dengan cermat indikasi tekanan inflasi yang terus berlanjut dalam perekonomian secara keseluruhan, termasuk ketatnya kondisi pasar tenaga kerja dan perilaku pertumbuhan upah dan inflasi harga jasa. Jika ada bukti tekanan yang lebih terus-menerus, maka pengetatan lebih lanjut dalam kebijakan moneter akan diperlukan," katanya.


Pembuat kebijakan berjalan mencoba untuk memperketat kebijakan moneter cukup untuk memadamkan tekanan inflasi tanpa memicu krisis dan resesi hipotek skala penuh.

MPC mengatakan bahwa tingginya jumlah hipotek dengan suku bunga tetap berarti dampak penuh dari kenaikan Suku Bunga Bank sejauh ini "tidak akan terasa untuk beberapa waktu".

Sejak akhir tahun 2021, Bank telah menaikkan suku bunga utamanya dari 0,1 persen menjadi 5 persen. SB/CNBC/

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.