Di Tengah Ketidakpastian, Astra Tetap Ngebut: Kantongi Laba Triliunan di Kuartal I
Jumat, 01 Mei 2026, 06:20 WIBJAKARTA â Korporasi yang masih mampu membukukan pendapatan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik menunjukkan adanya daya tahan bisnis yang relatif solid.
Kondisi ini umumnya ditopang oleh strategi adaptif seperti diversifikasi pasar, efisiensi operasional, serta penyesuaian harga dan produk terhadap perubahan permintaan.
Di sisi lain, ketidakpastian yang masih tinggi menuntut perusahaan untuk tetap menjaga likuiditas dan fleksibilitas, karena tekanan eksternalâmulai dari gejolak geopolitik hingga fluktuasi nilai tukarâberpotensi kembali menguji keberlanjutan kinerja dalam jangka menengah.
PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp5,85 triliun pada kuartal I-2026, atau menurun 16 persen year-on-year (yoy) dibandingkan Rp6,93 triliun pada periode sama tahun 2025.
âPada kuartal I-2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,â ujar Presiden Direktur ASII Rudy sebagaimana keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (30/4).
Laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan bersih yang senilai Rp78,67 triliun pada kuartal I-2026, atau menurun 6 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp83,36 triliun pada periode sama tahun 2025.
Adapun, rincian pendapatan di antaranya dari lini usaha penjualan barang tercatat menurun 7,1 persen (yoy) menjadi Rp53,74 triliun, lini usaha jasa dan sewa menurun 6,19 persen (yoy) menjadi Rp16,43 triliun. Sementara, lini usaha jasa keuangan tumbuh 6,80 persen (yoy) menjadi Rp8,49 triliun
Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan ikut menurun 4,72 persen (yoy) menjadi senilai Rp63,17 triliun pada kuartal I-2026, dibandingkan senilai Rp66,30 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, Rudy memproyeksikan ke depan kondisi pasar masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik, khususnya terkait perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
âKami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,â ujar Rudy.
Dari sisi neraca, total aset Astra International tercatat senilai Rp517,80 triliun per kuartal I-2026, atau tumbuh 2,06 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun, total aset perseroan terdiri dari ekuitas perseroan yang senilai Rp239,12, serta liabilitas yang senilai Rp224,68 triliun.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Laporan AwanPintar.id: Infrastruktur IT Indonesia Banyak Jadi 'Zombie' Pengirim Malware
-
Astra Internasional Realisasikan Belanja Modal Rp8,8 Triliun pada Semester I-2025
-
BSI catat laba bersih Rp1,88 triliun pada triwulan I-2025
-
Semakin Dipercaya, Nasabah Krom Bank Melonjak 230% pada Kuartal III 2025
-
7.166 Haji Asal Sumatera Utara Telah Tiba di Tanah Air
-
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia
-
Paparan kinerja triwulan II 2025 Bank Syariah Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.