Mahasiswa Unair Ciptakan AI untuk Deteksi Dini Kanker Serviks
Selasa, 20 Jun 2023, 16:06 WIBSURABAYA - Tim mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, baru -baru ini berhasil menelurkan inovasi dalam mendeteksi kanker serviks, melalui alat bantu skrining deteksi kanker berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Inovasi tersebut telah membawa tiga mahasiswa Unair meraih gold medal dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2023 pada Sabtu (17/6). Ketiga mahasiswa tersebut yakni Nabilah Sabilillah mahasiswa Profesi Bidan 2023, Dwita Rahmadini Hendri dan Khairun Nisa yang keduanya adalah mahasiswa Teknik Biomedis 2019.
Ketua Tim, Sabil, menjelaskan bahwa inovasi alat bantu tersebut dinamai AlteVIA, sebuah AI pendeteksi lesi Acetowhite (citra tanda gejala kanker pada mulut rahim/serviks).
"Kami mengkombinasikan hardware berupa probe (tabung berkamera mini) yang nyaman sebagai alternatif spekulum (alat logam yang biasa digunakan untuk membuka organ vagina dan melihat citra mulut rahim)," jelasnya.
Hal yang melatarbelakanginya hadirnya AlteVIA yakni karena tingginya prevalensi (jumlah keseluruhan) kematian akibat kanker serviks di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah kurang rutinnya wanita melakukan pemeriksaan berulang dengan alasan pengalaman tidak nyaman saat prosedur pemeriksaan menggunakan spekulum.
Di samping itu, prosedur skrining kanker serviks melalui tes IVA (menginspeksi mulut rahim dengan mata telanjang selepas olesan asam asetat). Tim Unair berpendapat, tes IVA yang sering digunakan ini memiliki subjektivitas yang tinggi dan hanya bergantung pada kompetensi pemeriksa yang tidak merata di Indonesia.
Menurutnya, itu menjadi isu sentral, pasalnya semakin dini mengetahui adanya lesi, maka tingkat kesembuhan juga akan tinggi.
"Perjalanan sejak masa pra-kanker hingga menjadi kanker membutuhkan waktu tahunan. Dalam masa itu, bila terdeteksi sejak dini, kemudian langsung tindakan pengobatan. Maka jaringan mulut rahim pasien, kemungkinan besar dapat sembuh 100 persen seperti semula," terang Sabil.
Proses Lomba
Mengenai proses lomba, Sabil menjelaskan acara ini mempertemukan inovator dari seluruh dunia untuk bersaing. Penyelenggara kompetisinya yakni Ikatan Ilmuwan Muda Indonesia (IYSA) dan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Indonesia.
Mahasiswa Unair itu bersaing dengan 13 negara, yaitu Vietnam, Thailand, Iran, Filipina, Malaysia, Afrika Selatan, Turkey, Indonesia, Meksiko, Bangladesh, Timor Leste, Uni Emirat Arab and Azerbaijan. Terhitung sebanyak 75 tim yang mengikuti kompetisi secara daring dan 25 tim lainnya secara luring di Universitas Syah Kuala, Aceh. Dalam hal ini, lembaga internasional lokal, luar negeri dan mitra lembaga penelitian akan memberikan penghargaan khusus untuk penemuan dan terobosan yang luar biasa.
Pesan Tim
Berikutnya, Sabil mengaku tidak begitu fokus pada seberapa bergengsinya sebuah prestasi. Melainkan fokus ke masalah apa yang perlu diatasi. Baginya, sesulit apapun belajar teori, akan sia-sia jika tidak ada praktiknya.
Oleh sebab itu, melalui AlteVIA, pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas skrining dan kesediaan wanita dalam mengecek mulut rahimnya lebih sering.
- Unair
- Kanker Serviks
- Universitas Airlangga (Unair)
- Rektor Unair
- Mohammad Nasih
- Deteksi Dini Kanker
- Kecerdasan Buatan
- Artificial Intelligence (AI)
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Jelang Perempat Final Liga Champions, Duo Pilar Real Madrid Militão dan Bellingham Resmi Kembali
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Polri Tindak Tegas Kendaraan Sumbu 3 Beroperasi Saat Masa Angkutan Lebaran
-
Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Hemat BBM, Pemerintah Lempar Opsi WFH—Solusi atau Sekadar Uji Coba?
-
Di Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.