Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Karhutla, BNPB Minta KLHK tindak tegas dan beri sanksi pelaku pembakaran hutan

📅 Senin, 19 Jun 2023, 23:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Karhutla, BNPB Minta KLHK tindak tegas dan beri sanksi pelaku pembakaran hutan Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Tangkapan layar Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing: Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (19/6/2023).

Jakarta - Cegah Karhutla, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk lebih berani menindak tegas dan memberikansanksi para pelaku pembakaran hutan yang merugikan masyarakat.

"Ada (pemberi) sanksi hukum di Kementerian Kehutanan, itu ada satu eselon I yang mengurusipenegakan hukumnya. Kita harapkan ini masih tetap bisa berjalan dengan kuat dan benar-benar membantu kondisi di lapangan," kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing: Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Abdul membeberkan dalam data sebaran bencana alam periode 1 Januari hingga 19 Juni 2023 yang dihimpun BNPB, total bencana sudah mencapai 1.778 kasus. Dimana 605 kasus terjadi akibat cuaca ekstrem, 658 kasus akibat banjir, 321 akibat tanah longsor dan 154 kasus lainnya terjadi karhutla.

Terkait dengan karhutla, dirinya menyatakan bahwa 99 persen kejadian karhutla dipastikan terjadi akibat ulah manusia, dengan 80 persen dari lahan yang terbakar tersebut dipastikan diolah menjadi kebun oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, KLHK maupun jajaran pemerintah lainnya tidak boleh tergiur dengan tawaran pelaku dan berteguh hati mengingat dampak buruk dari karhutla bagi masyarakat. Misalnya harus memakai masker secara tidak nyaman ketika beraktivitas untuk menghindari asap hingga anak-anak terkena berbagai macam penyakit.

Ia turut mengingatkan dampak langsung dari karhutla kepada pemerintah adalah harus menanggung konsekuensi baik berupa pengeluaran biaya, hingga harus menanggulangi dampak lanjutan jika eskalasi karhutla meluas dengan luar biasa.

"Ini tugas kita untuk cegah karhutla, dan tentu saja BNPB dan kementerian/lembaga di tingkat pusat, kita benar-benar akan mendukung pemerintah daerah supaya juga secara persuasif pertama itu pencegahan bisa benar-benar kita optimalkan, kalaupun terjadi api nanti sebelum itu eskalasi itu bisa dipadamkan," kata Abdul.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Laksmi Dhewanthi dengan tegas menyatakan tidak perlu menunggu terjadinya karhutla untuk menindak para penebang kayu ilegal.

Laksmi menyatakan KLHK akan melawan terduga dengan mengedepankan konsep Sustainable Forest Management (SFM) atau Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), sebuah konsep yang dinamis dan berkembang untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai ekonomi, sosial dan lingkungan sumber daya hutan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.

Sebagai bentuk nyata menghadapi masalah itu, KLHK melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum akan menggandeng pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk menelusuri permasalahan di lapangan.

Pihak intelijen juga dilibatkan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang beberapa di antaranya berupa data diri terduga pelaku, seperti siapa pemimpin yang mendanai kegiatan ilegal hingga peruntukkan kayu-kayu itu digunakan.

Selain data dari pihak intelijen, KLHK bersama dinas lingkungan hidup di wilayah setempat juga membangun sebuah sistem berbasis data yang tujuannya untuk memantau dan mendeteksi arus keluar masuknya kayu di sebuah daerah, serta mengetahui apakah kayu-kayu yang ditebang berasal dari wilayah penebangan resmi atau tidak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.