Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ternyata Ini Penyebab Dolar AS Menguat

📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 06:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ternyata Ini Penyebab Dolar AS Menguat Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Arsip foto - Tumpukan uang dolar AS berada di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jakarta, Rabu (16/11/2022).

New York - Ternyata ini penyebabnya. Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah data penggajian non-pertanian Mei menunjukkan jumlah pekerjaan melonjak, sementara para pedagang mempertimbangkan manfaat dari Federal Reserve AS yang mungkin melewatkan kenaikan suku bunga bulan ini.

Indeks dolar, yang mengukurgreenbackterhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,43 persen menjadi 104,0065 pada akhir perdagangan.

Data yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa gaji di sektor publik dan swasta meningkat sebesar 339.000 pada Mei, lebih baik dari perkiraan pasar sebesar 190.000 dan menandai pertumbuhan pekerjaan positif selama 29 bulan berturut-turut.

Peluang untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Juni juga meningkat setelah laporan pekerjaan. Pedagang secara singkat menilai peluang sekitar 38 persen untuk kenaikan lain sebesar 25 basis poin sebelum probabilitas turun kembali menjadi sekitar 26 persen, menurut data CME Group.

"The Fed telah menyudutkan diri mereka sendiri dengan pernyataan terbaru tentang perlunya mengambil jeda, dan kemudian mungkin melihat untuk menaikkan (suku bunga) pada Juli, dan saya pikir mereka akan menyesalinya setelah angka gaji non-pertanian hari ini," kata Paresh Upadhyaya, direktur pendapatan tetap dan strategi mata uang di Amundi AS.

Pasar bereaksi positif setelah laporan ketenagakerjaan, dengan Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 400 poin di awal perdagangan.

Sementara itu, dolar AS mengalami dua pembalikan, awalnya naik dan kemudian menarik kembali semua kenaikannya setelah rilis data. Dolar kemudian bangkit dari titik terendahnya, naik kembali.

Indeks dolar AS diperkirakan akan mengalami penurunan dalam jangka pendek pada Juni dan investor dapat menggunakan penurunan tersebut untuk memposisikan reli lainnya, menurut catatan oleh ahli strategi dengan Bank of America Global Research pada Jumat (2/6/2023).

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0713 dolar AS dari 1,0761 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2453 dolar AS dari 1,2526 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 139,9190 yen Jepang, lebih tinggi dari 138,8330 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9085 franc Swiss dari 0,9060 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3430 dolar Kanada dari 1,3447 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,8007 krona Swedia dari 10,8163 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

28 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.