Keren Membanggakan, Babel Bentangkan Bendera Raksasa Peringati Hari Lahir Pancasila
📅 Kamis, 01 Jun 2023, 12:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/Aprionis
Pangkalpinang - Keren membanggakan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentangkan Bendera Merah Putih raksasa berukuran 78x23 meter di Jembatan Emas Kota Pangkalpinang, dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Kamis.
"Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini merupakan momentum untuk membangkitkan rasa cita kepada Bangsa Indonesia," kata Penjabat Gubernur Kepulauan Babel Suganda Pandapotan Pasaribu usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jembatan Emas Pangkalpinang.
Ia mengatakan pembentangan bendera dengan ukuran 78x23 meter ini memiliki makna 78 tahun usia Negara Kesatuan Republik Indonesia serta 23 tahun usia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Pancasila merupakan ideologi bangsa yang harus hidup di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.
Ia menyatakan Pancasila harus ada di sanubari setiap langkah seluruh masyarakat Indonesia dan itu sudah tercermin dari lima sila. Sila Pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa di mana negara berketuhanan dan tidak mengakui yang tidak bertuhan.
Sementara itu, Sila Kedua, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya negara mengakui semua kemanusiaan dan tidak membeda-bedakan.
Sila Ketiga, yaitu Persatuan Indonesia dan hari ini sudah dibuktikan bahwa kita tidak melihat dari instansi mana semua bergabung dan bersatu memperingati Hari Lahir Pancasila.
Sila Keempat, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.
"Hari ini kita bermusyawarah dan bermufakat untuk menyukseskan pembentangan berukuran raksasa ini," katanya.
Sementara itu, Sila Kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang mencerminkan bahwa melalui kegiatan ini ingin nantinya semua bisa bersama-sama berbagi kepada seluruh masyarakat.
"Mudah-mudahan momen Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini bersama-sama mengajak seluruh masyarakat jangan ada lagi ideologi lain, kecuali Pancasila di Republik Indonesia," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!