Prospek Ekonomi Global Pengaruhi Pertumbuhan 2024
Rabu, 31 Mei 2023, 05:49 WIBJAKARTA - Pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan dipengaruhi oleh prospek ekonomi global. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2024 di kisaran 5,3-5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan proyeksi Bank Indonesia (BI) di rentang 4,7 - 5,5 persen.
"Sebagai negara dengan sistem ekonomi terbuka, prospek pertumbuhan ekonomi domestik dipengaruhi oleh dinamika dan prospek ekonomi global," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (30/5), menanggapi pandangan fraksi terhadap asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen hingga 5,7 persen dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2024.
Menkeu menjelaskan prospek pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diperkirakan membaik sejalan dengan moderasi harga komoditas. Ekonomi global diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan dari 2,8 persen pada 2023 menjadi 3,0 persen pada 2024.
Volume perdagangan juga diperkirakan meningkat dari 2,4 persen pada 2023 menjadi 3,5 persen pada 2024. Dengan prospek ekonomi yang membaik, kinerja ekspor pada tahun depan diharapkan dapat kembali menguat. Pemerintah optimistis produk-produk hilirisasi lanjutan juga dapat menopang daya saing produk ekspor Indonesia.
Dari sisi domestik, aktivitas konsumsi diperkirakan menguat pada 2024. Hal itu seiring terjaganya daya beli masyarakat, inflasi yang terkendali, dan meningkatnya penciptaan lapangan kerja. Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak juga diekspektasi akan turut mendorong aktivitas perekonomian.
Bendahara Negara menambahkan investasi diharapkan dapat meningkat pada tahun depan, khususnya terkait sektor-sektor berbasis hilirisasi seperti mineral dan produk-produk pertanian. Pembangunan smelter yang terus meningkat diyakini akan mendorong belanja modal korporasi pada sektor terkait.
Perekonomian Stabil
Sementara itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,7-5,5 persen, diikuti dengan penguatan nilai tukar 14.500-15.100 rupiah per dollar AS pada 2024. BI memprediksi tingkat inflasi akan lebih rendah pada 2024, yakni 1,5-3,5 persen dibandingkan asumsi tahun ini di angka 2-4 persen.
Perry menjelaskan prediksi tersebut didasari oleh perekonomian Indonesia yang saat ini stabil, bahkan cenderung terus tumbuh. Pertumbuhan tersebut tak bisa dilepaskan dari adanya dorongan sektor ekonomi domestik yang tetap bertumbuh di tengah goncangan ekonomi global.
Menurutnya, sektor domestik yang cukup berkontribusi tahun ini yaitu konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, serta investasi nonbangunan. "Dari sisi permintaan juga tumbuh positif dengan kenaikan pada permintaan global, sehingga secara keseluruhan kami yakini bahwa pertumbuhan ekonomi terus meningkat," ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jerman Hancurkan Curacao, Jepang Tahan Belanda, Iran Tiba di Piala Dunia dengan Seruan Persatuan
-
Resahkan Masyarakat, Polres Garut Amankan Geng Motor Bersenjata Tajam
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
-
Jakarta Fair 2026 Perketat Keamanan, Cek Harga Tiket dan Jam Operasional Terbaru
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
Sambut HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari, Ikuti Syarat dan Jadwalnya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.